Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gelombang Panas Lintas Peristiwa PLTN Spesial

    PLTN Tertua Eropa Dimatikan Imbas Gelombang Panas Ekstrem - Kompas

    4 min read

     

    BERN, KOMPAS.com – Gelombang panas ekstrem yang tengah melanda Eropa memaksa pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Beznau dimatikan total pada Jumat (26/6/2026).

    Langkah ini diambil setelah suhu air di Sungai Aare melonjak drastis hingga mencapai batas aman akibat cuaca panas, sebagaimana dilansir AFP.

    Air dari sungai tersebut selama ini digunakan sebagai sistem pendingin reaktor PLTN tertuan di "Benua Biru" tersebut.

    Baca juga: Indonesia Jajaki Rencana Bangun PLTN Terapung Bersama Rusia

    Axpo, perusahaan energi yang mengoperasikan PLTN Beznau di Swiss utara dekat perbatasan Jerman, mengumumkan keputusan penutupan sementara ini secara resmi melalui situs mereka.

    Atraksi Kolone Senjata Bentuk Logo 80 Tahun Polri Jadi Sorotan Hari Bhayangkara

    "Suhu Sungai Aare kembali mencapai 25 derajat Celsius kemarin dan hari ini. Pendinginan yang memadai tidak terlihat dalam waktu dekat," tulis Axpo dalam pernyataan resminya.

    Akibat dari kondisi alam tersebut, pihak manajemen menegaskan bahwa PLTN Beznau terpaksa menonaktifkan kedua reaktor yang ada untuk sementara waktu.

    Axpo juga menyatakan bahwa mereka terus memantau pergerakan suhu air sungai tersebut secara berkala sebelum memutuskan langkah strategis berikutnya.

    Baca juga: UEA Sebut Drone yang Hantam PLTN Dikirim dari Irak

    "Setelah sungai mendingin atau perkiraan pendinginan yang memadai telah diprediksi, (Beznau) dapat merencanakan untuk menyalakan kembali reaktornya," jelas pihak Axpo.

    Mereka menambahkan bahwa proses pengaktifan kembali reaktor hanya akan dilakukan setelah mendapatkan lampu hijau dari otoritas terkait yang berwenang.

    Penghentian operasional ini menjadi perhatian serius mengingat energi nuklir menyumbang sedikit lebih dari sepertiga dari total produksi listrik di Swiss. 

    Negara tersebut saat ini memiliki empat reaktor nuklir yang sudah menua, termasuk dua reaktor yang berada di kompleks PLTN Beznau.

    Baca juga: PLTN UEA Kebakaran Usai Diserang Drone, Tak Ada Dampak Radiasi

    Sebagai informasi, PLTN Beznau merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir tertua di dunia yang masih beroperasi. 

    Reaktor 1 pertama kali mulai beroperasi pada 1969, yang kemudian disusul oleh Reaktor 2 pada tahun 1971.

    Keputusan penutupan darurat ini bertepatan dengan terjangan gelombang panas mematikan yang tengah mencekik sekitar 150 juta orang di seluruh kawasan Eropa Barat. Suhu udara yang melonjak di atas 35 derajat celsius.

    Di Swiss sendiri, rekor suhu panas bulan Juni pecah selama dua hari berturut-turut. 

    Baca juga: Mengapa Serangan PLTN Bushehr Iran Bisa Jadi Bencana bagi Negara Teluk?

    Di wilayah Basel, yang lokasinya tidak jauh dari PLTN Beznau, suhu udara tercatat menyentuh angka 38,8 derajat celsius pada hari Jumat. 

    Angka ini memecahkan rekor hari sebelumnya yang berada di angka 38 derajat celsius, sekaligus menghancurkan rekor suhu panas yang sebelumnya sempat bertahan selama hampir 80 tahun di stasiun pemantauan yang sama.

    Fenomena serupa akibat krisis lingkungan ini ternyata tidak hanya terjadi di Swiss. 

    Di Perancis, penyedia energi utama negara tersebut juga dilaporkan telah menutup dua reaktor nuklirnya pada Kamis (25/6/2026). 

    Langkah proteksi lingkungan itu terpaksa diambil guna menghindari pembuangan air panas yang berlebihan ke aliran sungai yang suhunya sendiri sudah mengalami peningkatan tajam.

    Baca juga: PLTN Bushehr Iran Diserang AS-Israel 4 Kali, Bahaya Radiasi Hantui Negara Teluk

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Tidak Benar Mendikdasmen Umumkan Program Dana Bantuan Pensiunan Indonesia 2026

    Komentar
    Additional JS