Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Drone Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Pamer Senjata Rahasia Baru, Drone Tempur Mematikan Lahir untuk Tangkis Ancaman AS-Israel - T

    5 min read

     

    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Iran mengaku berhasil mengembangkan drone tempur generasi baru yang lebih canggih dibandingkan Arash-2 meski sedang berperang dengan Amerika Serikat dan Israel
    • Selain drone baru, militer Iran menyebut telah meningkatkan kualitas rudal milik Angkatan Darat dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
    • Meski jalur diplomasi mulai dibuka kembali, Teheran menegaskan pengembangan teknologi militer tetap menjadi prioritas guna menghadapi ancaman keamanan di kawasan Timur Tengah.

    TRIBUNNEWS.COM - Iran mengklaim berhasil mengembangkan teknologi persenjataan yang lebih canggih selama berlangsungnya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.

    Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara militer Iran pada Minggu (29/6/2026). Ia mengatakan pengembangan teknologi militer tidak terhenti meski sebagian besar sumber daya negara difokuskan untuk menghadapi perang.

    Menurutnya, pada hari-hari terakhir konflik yang disebut sebagai Perang Ramadan, Angkatan Bersenjata Iran mulai mengoperasikan drone baru yang sebelumnya masih berada dalam tahap penelitian dan pengembangan.

    "Kami mampu menggunakannya tepat di tengah-tengah perang," ujar juru bicara militer Iran.

    Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan industri pertahanan Iran untuk tetap berinovasi meskipun berada dalam situasi konflik bersenjata.

    Tak hanya itu, Iran juga mengklaim drone generasi terbaru tersebut memiliki kemampuan yang lebih canggih dibandingkan Arash-2, salah satu drone tempur yang selama ini menjadi andalan militer Iran.

    Meski belum mengungkap spesifikasi teknis maupun kemampuan operasionalnya secara rinci, pemerintah Iran memastikan teknologi baru tersebut akan segera diperkenalkan kepada publik.

    "Drone yang kami perkenalkan pada hari-hari terakhir perang jauh lebih canggih daripada generasi sebelumnya, seperti Arash-2. Kami akan segera memberi tahu bangsa Iran mengenai kemampuan teknologi tersebut," katanya.

    Menurut pemerintah Iran, kehadiran drone generasi baru ini diharapkan menjadi salah satu terobosan penting dalam memperkuat sistem pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kemampuan militer menghadapi ancaman di masa mendatang.

    Baca juga: Iran Bertekad Pertahankan Kedaulatan usai AS Lancarkan Serangan Baru, Tuduh Langgar Gencatan Senjata

    Rudal Iran Diklaim Mengalami Peningkatan Kemampuan

    Selain memperkenalkan drone baru, militer Iran juga mengklaim telah meningkatkan kualitas rudal yang digunakan oleh Angkatan Darat maupun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

    Juru bicara militer menjelaskan bahwa peningkatan tersebut tidak hanya dilakukan pada proses produksi, tetapi juga melalui penyempurnaan teknologi agar rudal memiliki akurasi, kualitas, dan kemampuan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

    "Kami mengoptimalkan rudal yang digunakan oleh Angkatan Darat dan IRGC serta memproduksinya dengan kualitas yang jauh lebih tinggi. Hal ini membuktikan bahwa penelitian dan pengembangan tetap berjalan meski kami menggunakan perangkat keras yang sudah ada," ujarnya, seperti dikutip dari Mehr News.

    Pemerintah Iran menyebut peningkatan kemampuan drone dan rudal merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak.

    Konflik dengan AS dan Israel Jadi Pendorong Modernisasi Militer

    Pengembangan teknologi persenjataan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

    Menurut pemerintah Iran, konflik dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di wilayah Iran.

    Teheran menyatakan serangan tersebut menyasar sejumlah tokoh penting, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta beberapa komandan militer senior.

    Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran mengklaim meluncurkan sekitar 100 gelombang serangan balasan ke berbagai sasaran militer Amerika Serikat dan Israel selama konflik berlangsung.

    Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Usai AS-Iran Saling Serang, Selat Hormuz Kembali Terganggu

    Iran menyebut operasi tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas militer lawannya, meski klaim itu belum dapat diverifikasi secara independen.

    Di tengah mulai terbukanya kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat, Teheran menegaskan bahwa pengembangan teknologi militer tetap menjadi prioritas utama sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapan pertahanan negara.

    Pernyataan mengenai keberhasilan mengembangkan drone tempur generasi baru dan meningkatkan kemampuan rudal menunjukkan bahwa Iran berupaya mempercepat modernisasi kekuatan militernya di tengah dinamika keamanan yang masih membayangi kawasan Timur Tengah.

    (Tribunnews.com/Namira)

    Komentar
    Additional JS