Gelombang Panas Ekstrem Rusak Jaringan Listrik, Perancis Sampai Blackout - Kompas
PARIS, KOMPAS.com - Gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor di Eropa mulai memicu dampak serius pada infrastruktur energi.
Sebanyak 68.000 rumah tangga di wilayah barat laut Perancis dilaporkan masih mengalami blackout atau mati listrik massal, sebagaimana dilansir AFP.
Kondisi ini menjadi insiden pemadaman listrik besar pertama di negara tersebut akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Baca juga: Gelombang Panas Capai 40 Derajat Celsius, 2 Balita Tewas di Dalam Mobil
Otoritas setempat menjelaskan, pemadaman ini dipicu oleh kerusakan pada transformator di jaringan listrik akibat suhu yang sangat ekstrem. Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Mungkinkah Gelombang Panas Mematikan Eropa Sampai Indonesia? Ini Kata BMKG!
Prefektur di departemen pesisir Finistere menyatakan bahwa gangguan ini pertama kali terjadi pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 21.00 waktu setempat, tepatnya di komune Ergue-Gaberic dekat kota Quimper, wilayah Brittany.
Hingga 106.000 pelanggan jaringan listrik bahkan kehilangan daya pada Selasa malam.
Meskipun tim dari operator jaringan listrik Perancis, RTE dan Enedis, telah bekerja sepanjang malam untuk memperbaiki kerusakan, pemulihan listrik secara total diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem Lumpuhkan Eropa, Ganggu Transportasi dan Acara Publik
"Untuk alasan teknis, RTE tidak akan dapat menyambungkan kembali rumah tangga yang terdampak sepanjang hari ini; penyambungan paling cepat baru bisa dilakukan pada akhir hari Rabu," jelas pihak operator jaringan listrik tersebut.
Secara keseluruhan, gelombang panas menyengat yang membawa Perancis ke hari terpanasnya sepanjang sejarah.
Finistere sendiri merupakan satu dari 58 departemen di Perancis yang berada di bawah status waspada merah tertinggi untuk panas ekstrem.
Suhu di wilayah tersebut, mulai dari Brittany hingga kawasan Paris, diperkirakan akan melonjak hingga mencapai 39 derajat Celsius hingga 41 derajat celsius.
Para ahli menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini didorong oleh fenomena El Nino, alias pemanasan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik. Kondisi ini diperparah oleh dampak pemanasan global.
Baca juga: Sekolah di India Pakai Bel Air untuk Hadapi Gelombang Panas
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
AS Jadi Target Berikutnya! Gelombang Panas Berbahaya Ancam 120 Juta Warga