Ganasnya Gelombang Panas Eropa: Jalan Meleleh, Rumah Duka Kewalahan Tangani Kematian - Kompas
BERLIN, KOMPAS.com - Eropa tengah menghadapi gelombang panas paling parah dalam sejarah pencatatan cuaca.
Suhu udara di sejumlah negara menembus angka 40 derajat celsius, sebagaimana dilansir NDTV, Selasa (30/6/2026).
Suhu tersebut memecahkan rekor-rekor lama sekaligus melumpuhkan berbagai sisi kehidupan, mulai dari jalan yang meleleh hingga rel trem yang melengkung akibat panas ekstrem.
Baca juga: Eropa Catat Gelombang Panas Terparah yang Nyaris Mustahil, 95 Juta Orang Terdampak
Gelombang panas ini juga membuat ribuan orang harus dilarikan ke rumah sakit di berbagai penjuru benua.
Gelombang Panas Eropa, Apa Bisa Terjadi di Indonesia?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat lebih dari 1.300 kematian terjadi sejak 21 Juni yang disebut terkait dengan suhu tinggi di Eropa.
Angka tersebut mencakup sejumlah anak yang meninggal dunia setelah terkunci di dalam mobil, serta beberapa remaja yang tenggelam saat mencoba mendinginkan tubuh di lokasi-lokasi berenang yang tidak diawasi.
Di Paris, Perancis, rumah duka dan kamar jenazah kewalahan menangani lonjakan jumlah korban meninggal akibat panas.
Baca juga: Gelombang Panas Menggila di Eropa, 1.300 Orang Dilaporkan Tewas
Perancis sendiri melaporkan setidaknya 74 kematian akibat tenggelam sejak 18 Juni.
Meski suhu di Perancis mulai menurun, badan meteorologi nasional negara itu sudah memperingatkan kemungkinan munculnya gelombang panas baru pada bulan Juli mendatang.
Jalan meleleh
Dampak gelombang panas ini turut terekam dalam sejumlah video yang viral di media sosial.
Stasiun televisi Nextra TV, misalnya, membagikan video di akun X mereka yang memperlihatkan warga memasak telur dan daging hanya dalam hitungan menit menggunakan wajan yang diletakkan di bawah terik matahari.
Sejumlah foto dan video dari Jerman juga memperlihatkan sealant atau perekat rel dan jalan yang meleleh serta rel trem yang melengkung keluar dari alurnya akibat panas yang ekstrem.
Perekat yang meleleh tersebut meresap ke dalam rel trem dan mengeras, sehingga membuat operasi trem tidak aman.
Baca juga: Dinginkan Badan saat Gelombang Panas, 10 Orang Jerman Tewas saat Berenang
Video lain yang dikabarkan berasal dari Belanda menunjukkan cat plastik pada mobil yang mengembang.
Selain itu, ada video yang menunjukkan keranjang belanja dan sepatu yang meleleh akibat terpapar panas matahari secara langsung.
Rekor suhu panas
Gelombang panas yang mula-mula melanda Eropa bagian barat pekan lalu itu kini telah bergerak ke arah timur dan memecahkan rekor suhu di Polandia, Republik Ceko, dan Jerman.
Jerman mencatat suhu di atas 41 derajat celsius, sementara Republik Ceko menembus angka 40 derajat celsius.
Baca juga: PLTN Tertua Eropa Dimatikan Imbas Gelombang Panas Ekstrem
Di Basel, Swiss, suhu tercatat melampaui rekor 38,8 derajat celsius.
Denmark mencatatkan hari terpanasnya sejak pencatatan dimulai pada 1874, sementara Inggris mencatatkan hari terpanas sepanjang bulan Juni dalam sejarah negara itu.
Slovakia turut mencatatkan rekor baru pada Senin lalu, dengan suhu mencapai 41 derajat celsius di Turna nad Bodvou, wilayah tenggara negara tersebut, menurut Institut Hidrometeorologi Slovakia (SHMU).
Sementara itu, di Aszod, Hungaria bagian tengah, suhu mencapai 41,8 derajat celsius, selisih tipis dari rekor panas mutlak Hungaria sebesar 41,9 derajat celsius yang tercatat pada 2007.
Baca juga: Gelombang Panas Ekstrem Rusak Jaringan Listrik, Perancis Sampai Blackout
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
"Kubah Panas" Perparah Suhu Ekstrem di Dunia, Apa Itu?