Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Siap Hadapi Baku Tembak Berkepanjangan dengan Iran di Selat Hormuz - Tribunnews

    7 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • AS bersiap menghadapi baku tembak berkepanjangan dengan Iran di Selat Hormuz 
    • AS melancarkan serangan terhadap Iran, menyasar 80 target di hari pertama dan sekitar 90 target di hari kedua
    • Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir. Iran kemudian menuduh Washington melanggar nota kesepahaman dan Piagam PBB.

    TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat sedang bersiap menghadapi kemungkinan baku tembak selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu dengan Iran di Selat Hormuz, ungkap seorang pejabat AS kepada Axios.

    Durasi dan intensitas eskalasi bergantung pada langkah Iran selanjutnya.

    Pejabat tersebut mengklaim bahwa sejumlah pihak di pemerintahan Iran tidak puas dengan perkembangan terkini dan mulai melancarkan serangan.

    Hal itu mendorong AS untuk merespons dengan tindakan militer yang lebih kuat.

    Pejabat itu mengatakan AS bersedia menunggu kesepakatan, tetapi tidak akan menerima perjanjian yang tidak memenuhi tuntutannya.

    Mengutip Associated Press, Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Iran selama dua hari berturut-turut pada Rabu (8/7/2026) dan Kamis dini hari.

    Dalam sebuah pernyataan terbaru, CENTCOM mengatakan pasukan AS menyerang sekitar 90 target militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang garis pantai Iran.

    AS VS IRAN - Tangkap layar video yang diunggah CENTCOM pada 8 Juli 2026, memperlihatkan armada militer AS melakukan patroli di Timur Tengah.
    AS VS IRAN - Tangkap layar video yang diunggah CENTCOM pada 8 Juli 2026, memperlihatkan armada militer AS melakukan patroli di Timur Tengah. (CENTCOM)

    CENTCOM menambahkan bahwa serangan terbaru itu menyusul keberhasilan operasi ofensif pada malam sebelumnya, ketika pasukan AS mengklaim telah menyerang lebih dari 80 target di Iran.

    Serangan pada hari Kamis terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz menandai berakhirnya gencatan senjata.

    Dalam KTT NATO di Turki, Trump menanggapi pertanyaan wartawan mengenai status kesepakatan dengan Iran.

    Baca juga: Trump Ancam Balas Serangan Iran dengan Kekuatan 20 Kali Lebih Besar

    "Kurasa itu sudah berakhir," kata Trump, mengutip CNBC.

    "Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir," kata Trump, merujuk pada Iran.

    Trump mengatakan delegasi AS ingin menegosiasikan kesepakatan damai. Namun, menurutnya, berurusan dengan Iran hanya membuang-buang waktu.

    Meski demikian, serangan pada Kamis tampak lebih besar dibandingkan hari sebelumnya.

    Sirene berbunyi setidaknya dua kali di Bahrain, markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.

    Belum ada laporan langsung mengenai kerusakan di tiga negara Teluk tersebut.

    Militer Kuwait mengatakan mereka secara aktif mencegat drone dan rudal yang datang.

    Sementara itu, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Bahrain dan Kuwait.

    Para pejabat militer AS mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa serangan terbaru itu bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran yang mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

    Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia sebelum perang dimulai akibat serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

    AS Diduga Serang Jembatan

    Untuk pertama kalinya sejak April, serangan AS juga tampaknya menargetkan sejumlah jembatan di Iran.

    Media pemerintah melaporkan serangan terhadap jembatan kereta api di Provinsi Golestan, Iran timur laut.

    Garda Revolusi mengatakan dua jembatan diserang dalam perjalanan menuju Mashhad, tempat para pejabat berencana memakamkan mendiang Ayatollah Ali Khamenei pada hari ini.

    Belum dapat dipastikan apakah serangan di Golestan merupakan insiden yang sama dengan yang dimaksud Garda Revolusi.

    Surati PBB, Iran Sebut AS Langgar MoU

    Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, meminta Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan atas serangan AS terhadap Iran, mengutip Al Jazeera.

    Dalam suratnya, ia menyatakan AS telah melanggar nota kesepahaman Iran-AS serta Piagam PBB.

    Sementara itu, dalam pernyataan pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan AS sebagai pelanggaran berat terhadap nota kesepahaman yang dicapai kedua negara bulan lalu untuk mengakhiri perang.

    "Angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang kuat, seperti yang telah berulang kali mereka tunjukkan, tidak akan ragu untuk membela integritas teritorial Iran, kedaulatan nasional, dan keamanan nasional terhadap agresi militer Amerika," kata kementerian tersebut.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

    Komentar
    Additional JS