Korban Tewas Gempa Venezuela Terus Meningkat Menjadi 3.685 Jiwa, Warga Frustasi dengan Pemerintah - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bangunan-bertingkat-runtuh-akibat-gempa-venezuela.jpg)
Korban Tewas Gempa Venezuela Terus Meningkat Menjadi 3.685 Jiwa, Warga Frustasi dengan Pemerintah
SERAMBINEWS.COM, VENEZUELA - Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah.
Hingga Selasa (7/7/2026), korban tewas tercatat mencapai 3.685 orang.
Sementara 16.740 lainnya mengalami luka-luka dan ribuan warga masih mengungsi di berbagai wilayah terdampak.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyampaikan bahwa pemerintah terus mengintensifkan penanganan darurat bagi para penyintas.
Menurut Rodriguez, sebanyak 86.794 keluarga telah menerima bantuan kemanusiaan sejak bencana terjadi.
Selain itu, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 6.462 orang dari lokasi terdampak.
Data pemerintah juga menunjukkan sedikitnya 856 bangunan mengalami kerusakan, sedangkan 190 bangunan lainnya runtuh akibat guncangan gempa.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, pemerintah telah menyalurkan sekitar 9.603 metrik ton bahan makanan dan lebih dari 8,32 juta liter air bersih.
Sebanyak 25.970 korban juga telah memperoleh layanan medis.
Operasi tanggap darurat melibatkan 29.567 personel dan 28.362 relawan yang bekerja di berbagai wilayah terdampak.
Upaya tersebut turut diperkuat dengan kehadiran 4.388 personel penyelamat internasional.
Pemerintah juga telah mendirikan 87 kamp penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Hingga kini, otoritas mencatat telah terjadi 1.076 gempa susulan sejak gempa utama mengguncang negara tersebut.
Warga Frustasi dengan Pemerintah
Frustrasi warga Venezuela terhadap penanganan pemerintah pascagempa yang melanda negara itu terus meningkat.
Sejumlah korban menilai respons pemerintah datang terlambat dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, di tengah proses evakuasi dan pemakaman korban yang masih berlangsung.
Kritik tidak hanya datang dari warga, tetapi juga sejumlah organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Komite Penyelamatan Internasional (International Rescue Committee/IRC), yang menyoroti efektivitas penanganan bencana oleh pemerintah.
Menanggapi kritik tersebut, Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, membela langkah pemerintah.
Ia menegaskan aparat keamanan telah dikerahkan segera setelah gempa terjadi untuk melakukan operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan.
Rodriguez juga mengumumkan pembentukan satuan militer baru yang akan difokuskan untuk memperkuat penanganan keadaan darurat dan bencana pada masa mendatang.
Sementara itu, Kuasa Usaha Amerika Serikat di Caracas, John Barrett, menyatakan pemerintah Venezuela telah bekerja sama dalam mendukung respons kemanusiaan internasional.
"Pemerintah sementara, seperti yang telah saya katakan, telah sepenuhnya patuh dalam hal permintaan untuk memajukan respons kemanusiaan besar-besaran ini,”
“dan kami akan terus memimpin inisiatif yang memobilisasi kami dan tim respons internasional untuk menjangkau komunitas yang membutuhkan," kata Barrett ketika ditanya tentang kritik terhadap respons resmi dan pujiannya sebelumnya untuk Rodriguez.
Pernyataan tersebut senada dengan komentarnya pada pekan lalu, ketika ia mengaku memiliki kepercayaan terhadap pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana.
Korban Dikuburkan Secara Massal
Di sisi lain, suasana duka masih menyelimuti sejumlah wilayah terdampak. Di La Guaira, petugas terus melakukan pemakaman korban gempa.
Saksi mata Reuters pada Senin melaporkan truk-truk pengangkut peti jenazah dan petugas forensik hilir mudik menuju lokasi pemakaman.
Alat berat juga tampak menggali parit di area terbuka yang dipenuhi salib putih sebagai penanda makam para korban.
Foto-foto yang dipublikasikan surat kabar Spanyol El País memperlihatkan deretan makam baru.
Sebagian telah diberi nama, sementara lainnya hanya ditandai dengan nomor identifikasi karena proses identifikasi korban masih berlangsung.
Untuk membantu penanganan banyaknya korban meninggal, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan dukungan teknis kepada pemerintah Venezuela.
Bantuan tersebut meliputi pedoman pengelolaan jenazah, penyediaan kantong jenazah, tiga kontainer berpendingin di Pelabuhan La Guaira, serta dukungan terhadap operasional dua krematorium di lokasi lain.
Hingga kini, Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait kritik terhadap respons pemerintah.
Sementara proses pencarian korban, penyaluran bantuan, dan pemulihan wilayah terdampak masih terus berlangsung, pemerintah menghadapi tantangan besar untuk mempercepat distribusi bantuan sekaligus menjawab kritik masyarakat yang menginginkan penanganan bencana dilakukan secara lebih cepat dan efektif.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)