Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Murka Disebut Gagal dalam Perang Iran, Ancam Gugat ke Pengadilan - Kompas

    6 min read

     

    Trump Murka Disebut Gagal dalam Perang Iran, Ancam Gugat ke Pengadilan


    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras pemberitaan The New York Times terkait perang Iran.

    Trump menyebut laporan tersebut “berkhianat” karena dianggap menggambarkan kondisi Iran secara keliru dan meremehkan dampak konflik yang terjadi.

    “Cara New York Times yang korup dan gagal memberitakan kisah tentang Iran yang sangat terpukul dan babak belur, melalui FAKTA PALSU & DIBUAT-BUAT, menurut saya adalah ‘PENGKHIANATAN’," tulis Trump di platform Truth Social pada Minggu (21/6/2026) malam.

    Baca juga: Cari Pengganti Netanyahu, Trump Diam-diam Dekati Oposisi Israel Jelang Pemilu

    Karenanya, Trump akan memasukkan laporan tersebut ke dalam gugatan di pengadilan.

    Waspada! Jakarta Berpotensi Alami Sinkhole, Ini Penyebabnya

    “Saya akan menambahkan semua pemberitaan palsu dan konyol mereka ke dalam gugatan miliaran dollar saya terhadap mereka. Mereka adalah kriminal!”

    Kemarahan Trump ini berkaitan dengan laporan berjudul “What Changed After Almost 4 Months of War? Analysts Say Not Much" atau “Apa yang Berubah Setelah Hampir 4 Bulan Perang? Para Analis Mengatakan Tidak Banyak.”

    Baca juga: Iran Terbelah Usai Damai dengan AS: Warga Lega, Kelompok Konservatif Murka

    Menurut analisis New York Times, perang tersebut dinilai hanya membawa sedikit perubahan dalam kondisi strategis.

    Pernyataan itu bertentangan dengan klaim Trump yang mengatakan bahwa Iran telah mengalami kerusakan besar akibat perang.

    Trump klaim Iran alami kerusakan berat

    Dalam unggahan lain pada Minggu, Trump kembali menyerang artikel New York Times tersebut dan membantah anggapan bahwa perang tidak banyak mengubah situasi.

    Baca juga: "Netanyahu Orangnya Sulit, Israel Tak Akan Tahan 2 Jam dari Nuklir Iran"

    Trump mengklaim konflik tersebut telah menghancurkan kemampuan militer dan ekonomi Iran.

    Ia menulis, “Benarkah? Militer mereka SUDAH SELESAI, angkatan laut mereka SUDAH HILANG, angkatan udara mereka SUDAH HILANG, pangkalan peluncuran, rudal, drone, dan produksi semuanya hampir HILANG.”

    Trump juga menyebut dua lapisan pemimpin utama Iran telah hilang, inflasi mencapai 250 persen, ekonomi Iran rusak, serta tentaranya tidak dibayar.

    Selain itu, Trump mengatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali terbuka, minyak kembali mengalir, dan pasar saham serta lapangan kerja Amerika Serikat berada pada tingkat tertinggi.

    Baca juga: Laporan Intel AS Bocor, Netanyahu Masih Berusaha Gagalkan Kesepakatan Trump-Iran

    “Itulah yang BERUBAH, kalian para pengecut yang korup dan tidak etis, dan masih banyak lagi!”

    Polemik kesepakatan AS-Iran

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi (kiri) dalam pertemuan di Teheran, Iran, 7 Juni 2026.

    Lihat Foto

    Perselisihan Trump dengan New York Times terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.

    Baca juga: Trump Sebut Selat Hormuz Akan Dibuka, Harga Minyak Turun Hampir 5 Persen

    Kesepakatan sementara itu mencakup penghentian permanen operasi militer dan dimulainya pembicaraan selama 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir mengenai masa depan program nuklir Iran.

    Dalam kesepakatan tersebut, Iran disebut akan membuka kembali Selat Hormuz dan membuang persediaan uranium yang diperkaya, sementara Amerika Serikat berkomitmen menyediakan rencana dengan dana sedikitnya 300 miliar dollar AS (Rp 5.350 triliun) untuk “rekonstruksi dan pembangunan ekonomi” Iran, mencabut sanksi tertentu, serta membekukan sebagian aset Iran.

    Namun, kesepakatan tersebut kemudian kembali diragukan setelah militer Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz ditutup lagi sebagai respons terhadap serangan udara Israel di Lebanon.

    Baca juga: Kesal Iran Terus Dukung Hizbullah, Trump Lempar Ancaman Baru

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejaksaan, Langsung Disambut Riuh Pendukung

    Komentar
    Additional JS