Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Korea Selatan Rusia Spesial

    Tegang! 10 Pesawat Militer China-Rusia Mendekat, Korsel Kirim Jet Tempur - detk

    3 min read

     


    Jet tempur Korsel (dok. Jung Yeon-Je/AFP/Getty Images)

    Seoul -

    Militer Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa lebih dari 10 pesawat militer China dan Rusia terdeteksi memasuki zona pertahanan udaranya pada Sabtu (27/6). Seoul langsung mengerahkan sejumlah jet tempur sebagai langkah pencegahan.

    Kepala Staf Gabungan pada militer Korsel, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), mengatakan bahwa pesawat-pesawat militer Beijing dan Moskow itu sempat memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea (KADIZ) di atas Laut Timur dan Laut Selatan, sebelum keluar lagi dari zona pertahanan tersebut.

    "Militer Korea Selatan mendeteksi pesawat-pesawat China dan Rusia sebelum mereka memasuki zona tersebut dan mengerahkan sejumlah jet tempur Angkatan Udara untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan situasi darurat," demikian pernyataan Kepala Staf Gabungan pada militer Korsel.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ditambahkan bahwa pesawat-pesawat militer China dan Rusia itu tidak melanggar wilayah udara Korsel.

    Zona pertahanan udara bukanlah wilayah udara berdaulat, melainkan area penyangga yang menjadi tempat negara-negara mengidentifikasi pesawat asing yang mendekat demi tujuan keamanan.

    Pesawat militer pada umumnya diharapkan untuk menyampaikan pemberitahuan kepada negara terkait, sebelum memasuki zona pertahanan udara negara tersebut, meskipun pemberitahuan semacam ini tidak diwajibkan secara hukum.

    Otoritas China dan Rusia belum memberikan tanggapan langsung atas laporan Korsel tersebut.

    Dalam insiden serupa pada Desember 2025, Korsel dan Jepang memberikan reaksi keras ketika sembilan pesawat militer China dan Rusia terdeteksi memasuki zona pertahanan udara mereka.

    Kementerian Pertahanan Korsel, pada saat itu, sampai melayangkan protes diplomatik kepada Beijing dan Moskow terkait insiden tersebut. Sementara Jepang menyatakan "kekhawatiran serius" mengenai keamanan nasional.

    China dan Rusia menjelaskan pada saat itu bahwa penerbangan pesawat-pesawat militer mereka merupakan bagian dari patroli bersama di atas Laut Timur dan perairan Pasifik bagian barat.

    (nvc/dhn)

    Komentar
    Additional JS