Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Spesial

    Lebanon-Israel-AS Teken Pakta Trilateral, Buka Jalan untuk Perjanjian Damai - detik

    4 min read

     

    Lebanon, Israel dan AS menandatangani pakta kerangka kerja trilateral yang membuka jalan untuk perjanjian damai antara Beirut dan Tel Aviv (REUTERS/Ken Cedeno)
    Washington DC -

    Lebanon dan Israel, beserta Amerika Serikat (AS), menandatangani pakta kerangka kerja trilateral yang bertujuan membuka jalan untuk kesepakatan damai antara Beirut dan Tel Aviv yang telah lama bermusuhan di Timur Tengah.

    Pakta trilateral tersebut, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), merupakan hasil yang didapat dari lima putaran perundingan langsung yang digelar antara Lebanon dan Israel, dengan dimediasi AS.

    Pakta yang diteken pada Jumat (26/6) itu mencakup upaya percontohan di mana tentara Lebanon mengambil alih dua wilayah yang diduduki Israel, serta proses yang bertujuan melucuti persenjataan kelompok Hizbullah.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Pakta itu mulai menempatkan kerangka kerja bagi perdamaian dan keamanan yang langgeng," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio dalam seremoni penandatanganan di Washington DC.

    "Ini adalah awal dari sebuah permulaan. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan ke depannya," ujarnya.

    Lebanon diwakili oleh Duta Besar Beirut untuk AS, Nada Hamadeh Moawad, dalam seremoni penandatanganan tersebut.

    "Ini merupakan langkah awal menuju pemulihan kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, mewujudkan penghentian permusuhan yang permanen dan final, serta memungkinkan rakyat kami kembali ke tanah mereka," ucap Moawad dalam seremoni tersebut.

    Sedangkan Israel diwakili oleh Duta Besar Tel Aviv untuk AS, Yechiel Leiter, yang menyatakan bahwa berdasarkan pakta tersebut, "Iran tersingkir, Hizbullah tersingkir, dan jalan menuju perdamaian antara Israel dan Lebanon terbuka lebar".

    AS, sebagai mediator, diwakili oleh Konselor Departemen Luar Negeri AS Daniel Holler. Menlu Rubio hadir sebagai saksi dalam penandatanganan.

    Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas pada 2 Maret lalu, dengan melancarkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai pembalasan atas tewasnya mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel.

    Tel Aviv merespons dengan serangan udara besar-besaran, serta invasi darat, terhadap Lebanon. Beberapa waktu terakhir, pasukan Israel terus menduduki wilayah yang luas di wilayah selatan Lebanon, di mana serangan mereka memicu penghancuran besar-besaran terhadap rumah-rumah dan bangunan.

    Apa Isi Pakta Trilateral Itu?

    Berdasarkan kesepakatan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (26/6) malam waktu AS, Lebanon dan Israel "menyatakan niat mereka untuk mengakhiri konflik secara tuntas, mengatasi akar penyebabnya, dan dengan demikian, secara resmi mengakhiri status perang di antara kedua belah pihak".

    Kesepakatan itu juga menetapkan proses di mana Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) akan memulihkan "otoritas berdaulat atas seluruh wilayah Lebanon", sembari menunggu "perlucutan senjata kelompok bersenjata non-negara yang terverifikasi", khususnya Hizbullah.

    Hal tersebut, menurut pakta trilateral itu, pada gilirannya akan memungkinkan Angkatan Bersenjata Israel (IDF) untuk "secara bertahap menarik diri dari wilayah Lebanon".

    Terlepas dari kesepakatan tersebut, Israel dan Hizbullah yang bermusuhan telah memperjelas bahwa perbedaan-perbedaan besar masih tetap ada.

    Tonton juga video "Israel Sesumbar Mau 'Kasih Paham' Iran soal Beda Level Kekuatan Tempur"

    (nvc/dhn)

    Komentar
    Additional JS