Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Sebut AS Naif, Israel Mungkin Bertindak Sendiri Melawan Iran - ddtk

    3 min read

     


    Tel Aviv -

    Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menyebut Amerika Serikat (AS) akan "sangat naif" jika mempercayai Iran akan meninggalkan program nuklirnya. Ben-Gvir kemudian mengisyaratkan bahwa Tel Aviv "mungkin akan bertindak sendiri" melawan Teheran.

    "Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel," kata menteri garis keras Israel itu dalam wawancara dengan televisi Israel, Channel 7, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (24/6/2026).

    "Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya," tegasnya.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Menteri yang dikenal provokatif dan kontroversial ini, mengatakan bahwa "tidak ada keadaan" yang dapat memaksa Israel untuk bekerja "sesuai dengan perintah seorang teman, bahkan jika teman itu benar-benar hebat".

    Perselisihan baru-baru ini muncul antara AS dan Israel mengenai serangan-serangan Tel Aviv di Lebanon, yang diklaim menargetkan kelompok Hizbullah, saat perundingan sedang berlangsung antara Washington dan Teheran untuk mencapai kesepakatan damai yang langgeng.

    AS dan Israel menuduh Iran memiliki program nuklir dan rudal, yang dianggap mengancam Tel Aviv dan negara-negara regional yang bersekutu dengan Washington.

    Namun, Teheran bersikeras menyatakan program nuklirnya bersifat damai dan menegaskan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir atau mengancam negara lainnya.

    AS dan Israel mengobarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari lalu, dengan melancarkan serangan skala besar terhadap negara Syiah tersebut. Serangan itu memicu gelombang serangan pembalasan dari Teheran, yang menargetkan Israel dan aset-aset militer AS di negara-negara Timur Tengah.

    Pertempuran terhenti sejak 8 April lalu di bawah gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan.

    Gencatan senjata itu diwarnai berbagai aksi saling serang antara AS dan Iran, juga Israel, sebelum akhirnya kesepakatan damai awal dicapai pada bulan Juni.

    Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatangani, secara elektronik, nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni. MoU itu dimaksudkan untuk mewujudkan kesepakatan damai yang abadi antara kedua pihak.

    Tonton juga video "Israel Soal Serangan ke Lebanon: "Perang Kami dengan Hizbullah""

    (nvc/ita)

    Komentar
    Additional JS