Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Bertambah Jadi 164 Orang - detik
Jakarta -
Korban jiwa akibat gempa kembar di Venezuela telah bertambah menjadi 164 orang. Gempa terbesar di Venezuela dalam lebih dari seabad itu juga telah menghancurkan beberapa bangunan di dekat Caracas, ibu kota Venezuela.
Di tengah gelapnya malam, tim penyelamat dan warga setempat terus mencari para korban selamat dan mengevakuasi orang-orang dari bawah reruntuhan bangunan.
Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat telah menawarkan untuk segera mengirimkan tim penyelamat setelah gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang daerah di sebelah barat Caracas pada Rabu (24/6). Ini merupakan gempa terkuat sejak tahun 1900.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah korban tewas meningkat dengan cepat. Dilansir kantor berita AFP, Kamis (25/6/2026), Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez melaporkan setidaknya 164 orang tewas dan lebih dari 970 orang terluka, dan mencatat bahwa negara bagian La Guaira di utara Caracas terkena dampak paling parah.
"Kami tidak punya apa-apa, saat ini kami tidak punya apa-apa, bahkan kekuatan atau keberanian untuk masuk ke sana, bayangkan saja," kata Larry Rojas (49) kepada AFP saat berdiri di depan bangunan yang runtuh, tempat keluarganya terjebak di kota Catia La Mar, La Guaira.
Kota pesisir itu tanpa listrik, dan banyak penduduk menghabiskan malam di jalanan atau mencari kerabat mereka.
Gempa bumi bermagnitudo 7,5 ini adalah gempa terkuat di Venezuela sejak 29 Oktober 1900, ketika gempa bermagnitudo 7,7 melanda wilayah lepas pantai.
(ita/ita)