Israel Hanya Akan Tarik Pasukan dari Lebanon Jika Hizbullah Lucuti Senjata - detik
Israel menegaskan hanya akan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon bagian selatan jika kelompok Hizbullah telah dilucuti senjatanya. Penegasan ini disampaikan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerukan Israel untuk menarik pasukannya secara sukarela dari seluruh wilayah Lebanon.
Tel Aviv justru bersikeras menyatakan bahwa pasukannya akan tetap berada di zona keamanan yang ada di Lebanon, Jalur Gaza, dan Suriah selama diperlukan.
Militer Israel telah melancarkan serangan udara secara besar-besaran terhadap wilayah Lebanon dan mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan negara itu, setelah Hizbullah -- yang didukung Iran -- terlibat dalam konflik Timur Tengah dengan melancarkan serangan solidaritas untuk Teheran pada awal Maret lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak akan menarik pasukan kami dari Lebanon bagian selatan selama Hizbullah masih menjadi ancaman, serta belum dilucuti senjata dan didemiliterisasi," tegas juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, saat berbicara kepada wartawan, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (26/6/2026).
Penegasan itu disampaikan saat para pejabat Lebanon, di bawah tekanan Amerika Serikat (AS), sekutu dekat Israel, melanjutkan perundingan langsung dengan Tel Aviv yang dimulai pada April lalu. Putaran terbaru untuk perundingan itu digelar pekan ini selama tiga hari, dan dijadwalkan berakhir pada Kamis (25/6).
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan bahwa Israel dan Lebanon sudah hampir mencapai "komitmen niat".
Saat ditanya soal perundingan dengan Lebanon tersebut, Mencer kembali menegaskan sikap Israel yang tidak akan menarik pasukannya sebelum Hizbullah dilucuti senjatanya dan mengalami demiliterisasi.
"Kami menegaskan dengan sangat jelas bahwa tanggung jawab kami adalah kepada warga di wilayah utara dan kepada seluruh Israel, kami tidak akan membiarkan kekuatan teroris mana pun berada di dekat perbatasan kami -- yang berarti bahwa setiap pemindahan pasukan IDF (Angkatan Bersenjata Israel) baru akan dilakukan setelah, bukan sebelum, melainkan setelah demiliterisasi Lebanon bagian selatan dan perlucutan senjata Hizbullah," tegasnya.
"Kami pernah berada dalam situasi seperti ini pada tahun 2024. Hizbullah seharusnya dilucuti senjatanya. Namun hal itu tidak terjadi," imbuh Mencer.
Garda Revolusi Iran Serukan Israel Mundur Sepenuhnya dari Lebanon
Komandan Pasukan Quds pada IRGC, Esmaeil Qaani, menurut laporan media pemerintah Iran, mengatakan bahwa Israel harus menarik diri secara sukarela dari seluruh wilayah Lebanon, atau terpaksa melarikan diri dalam kekalahan.
Pekan lalu, AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri pertempuran di semua front, termasuk Lebanon, serta berjanji untuk menjamin kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Teheran menyatakan bahwa hal tersebut berarti pasukan Israel harus meninggalkan wilayah Lebanon bagian selatan.
Menhan Israel Tegaskan Tak Ada Batas Waktu Penarikan Pasukan
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan jadwal penarikan pasukan dari Lebanon, Jalur Gaza dan Suriah. Katz mengatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan yang ada di wilayah-wilayah tersebut demi melindungi warganya dari ancaman.
"Kita harus tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza, dan bukan untuk jangka waktu terbatas, guna melindungi penduduk dan komunitas kita dari ancaman elemen-elemen jihadis yang berasal dari wilayah tersebut," ujar Katz saat menghadiri seremoni kelulusan akademi militer Israel.
"Kami menentang penarikan pasukan IDF dari zona keamanan di Lebanon, terlepas dari segala tekanan yang ada maupun yang mungkin muncul di kemudian hari," tegasnya.
Hadir dalam seremoni yang sama, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon bagian selatan "selama diperlukan".
Simak juga Video 'Israel Sesumbar Mau 'Kasih Paham' Iran soal Beda Level Kekuatan Tempur':
(nvc/idh)