0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Klaim 11 Kapal Tanker Tembus Blokade AS usai Damai - detik

    3 min read

     

    Iran Klaim 11 Kapal Tanker Tembus Blokade AS usai Damai


    Jakarta -

    Sebanyak 11 kapal tanker Iran diklaim berhasil melintasi jalur pelayaran setelah Amerika Serikat mencabut blokade laut sebagai bagian dari kesepakatan damai kedua negara. Delapan kapal berlayar keluar dari perairan Iran, sementara tiga lainnya masuk ke wilayah Iran setelah pembatasan dicabut.

    Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan pada Kamis (18/6/2026) bahwa informasi tersebut berasal dari seorang pejabat pemerintah Iran yang mengetahui perkembangan tersebut.

    Menurut sumber itu, delapan kapal tanker berhasil melintasi perairan internasional dari wilayah teritorial Iran. Sementara itu, tiga kapal lainnya memasuki perairan Iran setelah blokade Angkatan Laut Amerika Serikat berakhir menyusul tercapainya kesepakatan antara Teheran dan Washington.

    Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade laut terhadap Iran pada April lalu, di tengah perundingan untuk menghentikan perang antara kedua negara.

    Pada Rabu (17/6) malam waktu setempat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Iran. Penandatanganan dilakukan di Istana Versailles, Prancis, dengan disaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

    MoU tersebut menjadi tahap awal menuju perundingan damai yang akan berlangsung selama 60 hari. Negosiasi itu akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk program nuklir, rudal Iran, serta berbagai persoalan sensitif lainnya.

    Pemerintah Iran juga mengonfirmasi telah menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.

    "Teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden -- sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, seperti dikutip kantor berita IRNA.

    Baqaei menjelaskan bahwa kedua presiden menandatangani dokumen tersebut secara elektronik dan jarak jauh. Menurutnya, upacara resmi bukan menjadi prioritas dalam mekanisme yang dipilih Iran.

    Sebelumnya, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) juga menyatakan bahwa Teheran dan Washington telah menyelesaikan naskah MoU mengenai penghentian perang.

    "Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks nota kesepahaman mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat telah diselesaikan pada malam tanggal 15 Juni," bunyi pernyataan SNSC.

    SNSC menyebut kesepakatan tersebut mencakup penghentian seluruh operasi militer secara permanen di semua front, termasuk Lebanon, serta pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.

    "Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, perang dan operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, diakhiri segera dan secara permanen. Lebih lanjut, blokade laut terhadap Iran diakhiri segera dan sepenuhnya," imbuh pernyataan tersebut.

    Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini.

    (ita/sud)

    Komentar
    Additional JS