0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Bersumpah bakal Beri Tamparan Lebih Keras jika AS Langgar Perjanjian Damai - Inilah

    13 min read

     

    Iran Bersumpah bakal Beri Tamparan Lebih Keras jika AS Langgar Perjanjian Damai

    Jumat, 19 Juni 2026 - 12:59 WIB

    Share

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. (Foto: Al Jazeera)

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    + Gabung

    KecilBesar

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) pasca-penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian kedua negara. Teheran menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan mematikan jika Washington mengkhianati kesepakatan atau mengajukan tuntutan yang kelewat batas.

    "Jika terjadi pelanggaran komitmen, pelanggaran perjanjian, atau tuntutan berlebihan oleh pihak lain, kami tidak akan ragu untuk memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh," tegas Ghalibaf melalui akun media sosial X resminya, Jumat (19/6/2026).

    Ingatkan Kekalahan di Masa Lalu

    Ghalibaf juga mengingatkan pihak sekutu Barat untuk tidak bermain api dan berkaca pada sejarah konflik yang baru saja mereka lalui.

    "Mereka telah ditampar sekali dalam perang: jika mereka memilih untuk mengikuti jalan yang sama lagi, mereka akan menerima tamparan yang lebih keras," lanjutnya dengan nada getir.

    Ia menekankan bahwa seluruh langkah diplomasi yang diambil saat ini berada di bawah kendali penuh otoritas tertinggi Teheran. Tugas yang diberikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, kepada parlemen dan pemerintah sudah sangat jelas, yakni mengawal ketat agar seluruh syarat dan ketentuan perjanjian dipenuhi tanpa ada ruang untuk kompromi yang merugikan.

    Babak Baru Koridor Damai 60 Hari

    Ketegangan geopolitik dunia sebelumnya sempat mereda setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara elektronik menandatangani 'Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad' pada Rabu malam (17/6/2026).

    Kesepakatan bersejarah ini dirancang untuk membuka jalan mengakhiri perang yang berkecamuk sejak 28 Februari lalu, yang melibatkan kekuatan militer AS dan Israel melawan Iran.

    Berdasarkan dokumen MoU tersebut, Washington dan Teheran sepakat untuk menggelar negosiasi intensif selama 60 hari ke depan, dengan opsi perpanjangan waktu jika diperlukan. 

    Perundingan maraton ini ditargetkan mampu menghasilkan kesepakatan akhir yang tuntas, terutama menyangkut masa depan program nuklir Iran serta pencabutan sanksi ekonomi internasional yang selama ini mencekik Negeri Para Mullah tersebut.

    0 suka

    0 bookmark

    Google

    Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

    Tambahkan Sekarang

    Topik

    Share

    BERITA TERKAIT

    BERITA TERKINI

    •  Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggiring Frans Antoni (tengah), pengendali keuangan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani)


    • Pesepak bola Persija Jakarta Rayhan Hannan (kanan) melakukan tendangan yang ditepis penjaga gawang Persis Solo Gianluca Claudio (kiri) pada lanjutan Liga 1 di JIS (Jakarta International Stadium) Jakarta Utara,Sabtu (24/8/2024). (Foto: Antara Foto/Fakhri Hermansyah/foc).


    • Scene autopsy dalam film The Autopsy of Jane Doe (Foto: imdb)


    • Komisaris PT Raudah Eksati sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kesthuri Asrul Azis Taba ajukan penangguhan penahanan ke KPK terkait dugaan korupsi kuota haji. (Antara Foto/Darryl Ramadhan)


    •  Tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan seorang siswi SMA Negeri di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang meninggal dunia akibat terjatuh dari motor yang tersangkut kabel seling dan terlindas bus di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Foto: Antara/Luthfia Miranda Putri)


    Komentar
    Additional JS