0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Benjamin Netanyahu Dunia Internasional Iran Konflik Timur Tengah Netanyahu

    Damai AS-Iran Hampir Jadi Angin Lalu karena Ulah Netanyahu - detik

    5 min read

     

    Damai AS-Iran Hampir Jadi Angin Lalu karena Ulah Netanyahu


    PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: AFP/RONEN ZVULUN)
    Jakarta -

    Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri perang. Ternyata, kesepakatan itu hampir gagal gara-gara ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

    Dirangkum detikcom, Senin (15/6/2026), kesepakatan damai itu diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Dia mengatakan AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai pada 19 Juni mendatang.

    "Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon. Upacara penandatanganan resmi akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss," kata Sharif dilansir CNN dan AFP.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Dia mengatakan kesepakatan itu dicapai setelah berbagai pertemuan yang difasilitasi mediator. Dia mengatakan implementasi awal akan dilakukan sambil pembicaraan teknis upacara penandatanganan kesepakatan damai.

    "Dengan adanya kesepakatan ini, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini. Diskusi pra-implementasi ini akan meletakkan dasar untuk pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi," sambung Sharif.

    Trump Umumkan Cabut Blokade AS

    Presiden AS Donald Trump juga mengkonfirmasi kabar tersebut. Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran telah selesai.

    "Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" kata Trump di jaringan media sosial Truth Social miliknya usai pengumuman dari PM Pakistan.

    Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran ini akan berdampak pada pencabutan blokade militer AS di Selat Hormuz. Dia berharap kesepakatan damai ini akan membuat suplai minyak dunia lancar.

    "Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade angkatan laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" tulisnya.

    Iran Nyatakan AS Telah Kalah

    Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan negara berkomitmen pada kesepakatan tersebut. Dia juga mengkonfirmasi MoU akan diteken pada Jumat, 19 Juni.

    "Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat," kata Kazem Gharibabadi dilansir AFP dan CNN.

    "Komitmen kami akan berlaku mulai hari Jumat," tegas Gharibabadi.

    Gharibbadi mengatakan ada dua hal yang mulai berlaku setelah Iran dan AS sepakat berdamai. Pertama ialah pengakhiran perang di semua wilayah Iran, termasuk yang terjadi di Lebanon. Selain itu, kesepakatan damai juga menandakan berakhirnya blokade AS di Selat Hormuz.

    "Pertama, pengakhiran permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan dan penghentian blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran," tambah Gharibabadi.

    Dia menjelaskan nota kesepahaman yang telah dicapai antara AS dan Iran bukan semata-mata hasil upaya diplomatik. Dia menggambarkannya sebagai 'pencapaian militer' Iran. Gharibabadi menyebut kesepakatan damai ini sebagai kemenangan untuk Iran.

    "Musuh yang menyerang untuk melaksanakan tujuan jahatnya telah dikalahkan dalam semua tujuannya dan Republik Islam Iran memenangkan kemenangan besar dalam perang," ujar Gharibabadi.

    Kesepakatan Damai Hampir Gagal gegara Netanyahu

    Trump menyebut Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hampir membuat kesepakatan damai antara AS dan Iran menjadi angin lalu. Trump pun mengkritik Netanyahu sebagai 'orang yang sangat sulit'.

    Hal itu disampaikan Trump dalam wawancara eksklusif dengan New York Times (NYT), seperti dilansir The Jerusalem Post dan Anadolu Agency. Wawancara itu dirilis setelah mediator Pakistan mengumumkan pada Senin (15/6) bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai.

    Trump, dalam wawancara via telepon dengan NYT pada Minggu (14/6) sore waktu AS, menyebut kesepakatan damai tercapai meskipun ada keberatan dari Netanyahu. Dia bahkan mengklaim dirinya telah menyelamatkan Israel dari pemusnahan oleh nuklir.

    Dia mengkritik Netanyahu karena melancarkan serangan terhadap Lebanon pada Minggu (14/6) pagi yang disebutnya hampir menggagalkan kesepakatan akhir. Serangan Israel terhadap area pinggiran selatan Beirut itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 orang lainnya meskipun ada gencatan senjata.

    Trump menegaskan serangan Israel itu 'seharusnya tidak terjadi' ketika AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai. Trump juga menyebut PM Israel itu seharusnya berterima kasih kepada AS karena mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

    "Dia (Netanyahu-red) orang yang sangat sulit. Dan jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam," ucapnya.

    Simak Video 'Trump Klaim Iran Teken Kesepakatan Damai Hari Ini, Iran Membantah':

    (haf/haf)

    Komentar
    Additional JS