0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Gaza Iran Konflik Timur Tengah Lebanon Spesial Suriah

    AS-Iran Mau Damai, Israel Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon-Suriah-Gaza - detik

    4 min read

     

    AS-Iran Mau Damai, Israel Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon-Suriah-Gaza

    Menhan Israel, Israel Katz (dok. Reuters)
    Tel Aviv -

    Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah-wilayah yang didudukinya di Lebanon, Suriah dan Jalur Gaza tanpa batas waktu.

    Penegasan itu disampaikan beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, termasuk di Lebanon.

    Katz dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (15/6/2026), mengatakan bahwa Israel menentang penarikan pasukannya dari wilayah Lebanon "terlepas dari semua tekanan saat ini dan di masa mendatang".

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya menjalankan kebijakan yang jelas, di mana IDF (Angkatan Bersenjata Israel-red) akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza untuk jangka waktu yang tidak terbatas, untuk melindungi perbatasan dan komunitas Israel dari sana terhadap unsur-unsur jihadis," kata Katz.

    Pernyataan itu tidak secara langsung menyebut soal kesepakatan damai AS dan Iran, namun dirilis beberapa jam setelah kesepakatan damai itu diumumkan.

    Katz menambahkan bahwa wilayah-wilayah yang diduduki Israel di Lebanon bagian selatan akan "dibersihkan" dari penduduk setempat.

    "Area tersebut akan dibersihkan dari penduduk setempat, dan semua infrastruktur teroris, baik di atas maupun di bawah tanah -- termasuk rumah-rumah di desa-desa garis depan yang berfungsi sebagai pos-pos terdepan teroris -- akan dihancurkan," ucap Katz dalam pernyataannya.

    "Mempertahankan wilayah dan menjaga zona keamanan adalah salah satu pencapaian terbesar IDF... oleh karena itu, kami menentang penarikan IDF dari Lebanon, terlepas dari semua tekanan yang ada dan yang akan datang," tegasnya.

    Lebih lanjut, Katz mengklaim bahwa Netanyahu telah menjelaskan posisi Israel tersebut kepada Presiden AS Donald Trump dan para pejabat senior AS lainnya. "Saya juga dengan jelas menyampaikan hal ini kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth," sebutnya.

    Dalam pernyataannya, Katz juga memperingatkan bahwa Israel akan menyerang Iran "kekuatan penuh", jika negara Syiah itu melancarkan serangan terhadap Tel Aviv Israel sebagai tanggapan atas operasi militer di Lebanon, yang menjadi markas kelompok Hizbullah.

    "Kami tidak akan berkompromi dengan kepentingan keamanan utama Israel dan perlindungan warga negara kami, dan kami tidak akan mundur dari zona-zona keamanan," ucap Katz dalam pernyataannya.

    "Jika Iran menyerang Israel atas peristiwa di Lebanon, kami akan menyerangnya dengan kekuatan penuh dan secara jelas menunjukkan perbedaan kemampuan kami," tegasnya.

    Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan kesepakatan damai AS dan Iran pada Senin (15/6) pagi, dengan mengatakan bahwa kedua negara sepakat menyatakan penghentian "segera dan permanen" untuk pertempuran di semua front, termasuk Lebanon.

    Tonton juga video "Umat Kristen di Yerusalem Ceritakan Beratnya Ditindas Israel"

    (nvc/ita)

    Komentar
    Additional JS