Begitu Populer di Jepang, Crowdfunding Orangutan Kalimantan Jennifer Raup Rp3 Miliar - Tribunnews

Ringkasan Berita:
- Kepedulian masyarakat Jepang terhadap pelestarian orangutan Kalimantan kembali terlihat melalui program crowdfunding di Kebun Binatang Ehime yang menghimpun 29,04 juta yen atau Rp 3 miliar, hampir tiga kali target awal
- Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung konservasi dan program perkembangbiakan Jennifer dan Hayato
- Keberhasilan ini memperkuat kerja sama konservasi Indonesia–Jepang sekaligus menunjukkan dukungan internasional bagi satwa langka asal Indonesia
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Tingginya kepedulian masyarakat Jepang terhadap pelestarian satwa langka asal Indonesia kembali terlihat.
Program penggalangan dana (crowdfunding) untuk mendukung konservasi dan program perkembangbiakan orangutan Kalimantan (Bornean orangutan) bernama Jennifer dan Hayato di Kebun Binatang Prefektur Ehime berhasil menghimpun dana sebesar 29,04 juta yen atau sekitar Rp3 miliar, hampir tiga kali lipat dari target awal.
Keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan besarnya antusiasme publik Jepang terhadap penyelamatan satwa yang terancam punah, tetapi juga memperkuat kerja sama konservasi internasional antara Indonesia dan Jepang.
Jennifer, orangutan betina yang didatangkan dari Indonesia, dipasangkan dengan Hayato dalam program breeding untuk meningkatkan populasi orangutan Kalimantan di luar habitat aslinya.
Penggalangan dana dimulai pada pertengahan April 2026 dengan target awal 10 juta yen.
Baca juga: Banjir di Sumatra menewaskan 7% populasi orangutan paling langka di dunia, ungkap riset terbaru
Berkat tingginya partisipasi masyarakat, target tersebut tercapai hanya dalam waktu sekitar satu bulan sehingga dinaikkan menjadi 25 juta yen. Hingga penutupan pada 26 Juni 2026, dana yang terkumpul mencapai 29,04 juta yen.
Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura menyampaikan, apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap program tersebut.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan pesan-pesan penyemangat. Sebagai pihak yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi, saya sungguh berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang luar biasa ini," ujar Nakamura, Senin (29/6/2026).
Jennifer didatangkan dari kebun binatang di Indonesia sebagai pasangan bagi Hayato, orangutan Kalimantan yang telah lama dipelihara di Kebun Binatang Tobe, Prefektur Ehime.
Program ini bertujuan mendukung pelestarian spesies orangutan Kalimantan yang kini berstatus terancam punah.
Menurut Nakamura, dana hasil crowdfunding akan dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas konservasi, antara lain pengadaan peralatan medis modern seperti alat USG portabel, penambahan fasilitas bermain bagi satwa, serta pemasangan papan informasi digital (digital signage) yang menampilkan proses kelahiran anak orangutan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
"Kami berjanji akan memanfaatkan dana ini secara efektif, mulai dari pengadaan peralatan medis berteknologi tinggi hingga penyediaan fasilitas edukasi agar masyarakat dapat memahami pentingnya kehidupan dan konservasi," katanya.
Pemerintah Prefektur Ehime juga mengungkapkan bahwa situs penggalangan dana dipenuhi pesan dukungan dari masyarakat.
Banyak donatur berharap Jennifer dan Hayato dapat hidup harmonis serta berhasil menghasilkan keturunan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan populasi orangutan Kalimantan.
Mengenai perkembangan hubungan kedua orangutan tersebut, Nakamura menyampaikan dengan nada bercanda bahwa Hayato tampaknya sudah benar-benar "jatuh cinta", sementara Jennifer masih terlihat lebih tenang.
"Saya mendengar Hayato sudah benar-benar dalam mode jatuh cinta. Namun Jennifer tampaknya masih cukup tenang untuk saat ini," ujarnya sambil tersenyum.
Dukungan terhadap program konservasi itu juga datang dari sektor swasta.
Baca juga: Jennifer dan Hatayo, Dua Orangutan Indonesia Jadi Bintang Prangko Edisi Khusus di Jepang
Sejak 27 Juni 2026, perusahaan transportasi Iyo Tetsu Bus mulai mengoperasikan bus bergambar Jennifer dan Hayato pada rute Bandara Matsuyama.
Enam perusahaan di Prefektur Ehime menjadi sponsor armada tersebut dan sebagian pendapatan dari iklan akan disumbangkan kepada Kebun Binatang Tobe untuk mendukung pelestarian orangutan Kalimantan.
Keberhasilan crowdfunding ini menunjukkan bahwa konservasi satwa liar tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga konservasi.
Partisipasi luas masyarakat Jepang menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kelestarian orangutan Kalimantan, satwa endemik Indonesia yang populasinya terus terancam akibat hilangnya habitat, juga mendapat dukungan kuat dari komunitas internasional.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com