Wabah Hantavirus Serang Kapal MV Hondius Tiga Penumpang Meninggal Dunia - Ultra Media
Wabah Hantavirus Serang Kapal MV Hondius Tiga Penumpang Meninggal Dunia
Surya Adiwijaya
Author
Smallest Font
Largest Font
Tiga orang penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia setelah terinfeksi wabah Hantavirus dalam pelayaran dari Argentina menuju Afrika sejak 1 April 2026. Dilansir dari Tekno, kapal yang mengangkut 150 penumpang tersebut kini sedang diarahkan menuju Kepulauan Canary, Spanyol, untuk penanganan medis lebih lanjut.
Total terdapat delapan orang yang terdampak virus tersebut selama pelayaran berlangsung. Kasus pertama terdeteksi pada 6 April melibatkan pria asal Belanda yang meninggal pada 11 April, disusul istrinya yang wafat pada 26 April, serta seorang warga Jerman yang mengembuskan napas terakhir pada 2 Mei.
Seorang blogger perjalanan, Jake Rosmarin, mengungkapkan beban emosional yang dirasakan para penumpang melalui akun TikTok miliknya pada 5 Mei 2026. Ia menekankan bahwa situasi di atas kapal sangat berat akibat ketidakpastian nasib mereka selama isolasi berlangsung.
"Kami bukan sekadar cerita. Kami bukan hanya judul berita, kami adalah manusia, orang-orang dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah" kata Rosmarin, Penumpang.
Pria asal Boston tersebut menjelaskan bahwa kebutuhan utama para penumpang saat ini adalah kepastian mengenai keamanan kesehatan dan prosedur kepulangan. Rosmarin berharap ada perhatian serius bagi seluruh pihak yang terdampak wabah mematikan ini.
"Ada banyak sekali ketidakpastian dan itu menjadi bagian yang paling berat," imbuh Rosmarin, Penumpang.
Pihak pengelola kapal, Oceanwide Expeditions, telah berupaya menangani situasi darurat ini dengan maksimal di bawah pengawasan otoritas kesehatan. Rosmarin memberikan apresiasi terhadap kru kapal yang tetap bekerja keras di tengah tekanan wabah.
"@jakerosmarin I also want to acknowledge that Oceanwide Expeditions and the entire crew onboard have been handling this situation to the best of their ability, and I’m very grateful for their efforts throughout. It’s not easy for me to talk about this, but I am doing well. ?? ? original sound - Jake | Travel | Boston ???????" kata Rosmarin, Penumpang.
Penumpang lainnya, Kasem Hato, memberikan kesaksian mengenai kondisi internal kapal yang tetap terjaga meski dalam situasi karantina. Awak kapal secara rutin memberikan informasi terbaru dan mewajibkan penerapan protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh penumpang.
"Orang-orang menanggapi situasi ini dengan serius tetapi tanpa kepanikan, mencoba menjaga jarak dan memakai masker demi keselamatan," ujar Hato, Penumpang.
Hato menambahkan bahwa rutinitas harian di kapal berjalan hampir normal guna menjaga moral para penumpang agar tidak terpuruk. Mereka mengisi waktu dengan membaca dan menonton film sembari menunggu solusi teknis dari pihak berwenang.
"Sehari-hari kami hampir normal, hanya menunggu pihak berwenang menemukan solusi. Namun moral di kapal tetap tinggi dan kami tetap sibuk membaca, menonton film, minum minuman hangat, dan hal-hal seperti itu," tambah Hato, Penumpang.
Dalam pembaruan informasi pada 7 Mei 2026, Rosmarin mengonfirmasi bahwa evakuasi terhadap penumpang yang diduga terinfeksi telah berhasil dilakukan. Mayoritas orang di dalam kapal disebut masih dalam kondisi fisik yang baik dan tetap optimis.
"Selain dua penumpang (terdampak) yang telah diumumkan dan sekarang telah dievakuasi Semua orang lain di dalam kapal dalam keadaan baik dan tetap bersemangat," ungkap Rosmarin, Penumpang.
Identifikasi Hantavirus diperkuat setelah hasil laboratorium seorang penumpang pria asal Inggris keluar pada akhir April. Sebelumnya, virus ini sulit terdeteksi karena gejalanya menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan sesak napas.
WHO menjelaskan bahwa Hantavirus biasanya ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat atau cairan tubuhnya. Investigasi lebih lanjut saat ini sedang dilakukan oleh otoritas kesehatan di Praia, Cape Verde, untuk menentukan sumber infeksi di kapal pesiar tersebut.
Kapal MV Hondius dijadwalkan bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, meski sempat muncul penolakan dari pemerintah regional setempat. Seluruh penumpang non-Spanyol rencananya akan langsung dipulangkan ke negara asal masing-masing jika dinyatakan sehat oleh tim medis Spanyol.
Editors Team

