Trump Segera Ambil Keputusan Akhir soal Iran, Ngotot Desak Teheran Lepas Senjata Nuklir - detik
Trump Segera Ambil Keputusan Akhir soal Iran, Ngotot Desak Teheran Lepas Senjata Nuklir
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump mengaku segera mengambil keputusan akhir soal konflik Iran dan mendesak Teheran melepas senjata nuklir.
- Trump juga meminta Selat Hormuz dibuka tanpa pembatasan serta mengklaim AS akan memusnahkan material uranium Iran bersama IAEA.
- Iran membantah ada kesepakatan dengan AS dan menegaskan siap merespons setiap ancaman maupun tindakan militer dari pihak lawan.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengaku akan segera membuat keputusan akhir terkait konflik dengan Iran, termasuk soal pelucutan senjata nuklir hingga pengelolaan Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan Iran harus menyetujui bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir maupun bom nuklir.
Trump juga mendesak agar Selat Hormuz segera dibuka tanpa biaya tol dan tanpa pembatasan lalu lintas pelayaran di kedua arah.
Ia menyebut ranjau laut yang masih tersisa di kawasan tersebut akan dimusnahkan, setelah sebelumnya AS mengklaim telah menghancurkan banyak ranjau menggunakan kapal penyapu ranjau bawah laut milik mereka.
Menurut Trump, kapal-kapal yang sempat tertahan akibat blokade angkatan laut AS kini dapat kembali berlayar.
Tak hanya itu, Trump juga menyinggung material uranium yang diperkaya atau disebutnya sebagai “debu nuklir” yang diklaim terkubur jauh di bawah tanah akibat serangan pesawat pembom B-2 Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Baca juga: Draf Kesepakatan Gencatan 60 Hari AS-Iran: Teheran Mau Bersihkan Ranjau Hormuz, Trump Belum Putuskan
Ia mengatakan material tersebut nantinya akan digali dan dimusnahkan oleh Amerika Serikat bersama Iran serta Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
“Tidak akan ada pertukaran uang sampai pemberitahuan lebih lanjut. Hal-hal lain yang kurang penting telah disepakati,” ujar Trump, dikutip dari akun truthsocial miliknya, Sabtu (30/5/2026).
Trump menegaskan dirinya akan segera mengambil keputusan penting terkait konflik tersebut.
“Saya akan bertemu (ajudan) sekarang, untuk membuat keputusan akhir,” kata Trump.
Apa Kata Iran?
Namun demikian, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan hingga saat ini belum ada kesepakatan final yang dicapai antara kedua negara.
“Kami akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal ini sebentar lagi,” ujar Baghaei, dikutip dari Al Jazeera.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan Selat Hormuz merupakan kewenangan Iran dan Oman.
Di sisi lain, Iran menegaskan siap menghadapi setiap ancaman dari musuh-musuhnya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengatakan respons Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap tindakan Amerika Serikat menunjukkan kesiapan penuh angkatan bersenjata Iran.
Baca juga: Dikaitkan dengan Kasus Epstein, Trump Gugat Wall Street Journal 10 Miliar Dolar AS
“Upaya memperkuat pertahanan akan terus dilakukan karena kini lebih dari sebelumnya kami membutuhkan kekuatan untuk berdiri teguh melawan musuh,” kata Gharibabadi dalam sebuah upacara peringatan untuk Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, dikutip dari The Islamic Republic News Agency.
Ia menegaskan Iran akan memberikan respons yang tepat dan proporsional terhadap setiap ancaman maupun tindakan militer dari pihak lawan.
Gharibabadi juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz bagi Iran.
Menurutnya, Iran tidak akan membiarkan pihak asing mengganggu jalur vital tersebut melalui ancaman maupun aksi militer.
“Jika tindakan seperti itu terus berlanjut, Iran akan merespons secara proporsional,” tegasnya.