0
News
    Home Berita Featured Spesial

    Salah Satu Kota Terbesar Dunia Amblas dengan Kecepatan Mengerikan - detik

    2 min read

     

    Salah Satu Kota Terbesar Dunia Amblas dengan Kecepatan Mengerikan

    Mexico City. Foto: Wikimedia Commons

    Jakarta -

    Mexico City tenggelam dengan kecepatan yang begitu mengkhawatirkan hingga dapat terlihat dari luar angkasa. Citra dari sistem radar NASA yang canggih mengungkap tingkat penurunan tanah lebih dari 1,27 cm per bulan, menjadikan kota ini salah satu ibu kota dengan tingkat penurunan tanah tercepat di planet ini.

    Metropolis luas ini, yang juga salah satu kota terbesar di dunia, membentang di atas danau dataran tinggi dan berada di atas akuifer kuno, yang menyediakan sekitar 60% air minum bagi 22 juta penduduk.

    Akuifer ini telah dipompa secara berlebihan sehingga menyebabkan tanah di atasnya ambles. Dikutip detikINET dari CNN, ekstraksi berlebihan ini juga berkontribusi pada krisis air kronis yang membuat Mexico City menghadapi ancaman keran-keran air benar-benar mengering.

    Penurunan tanah yang cepat diperparah pembangunan perkotaan yang tanpa henti. Infrastruktur baru yang menambah beban ekstra di atas tanah yang kaya akan tanah liat tersebut.

    Amblesnya Mexico City pertama kali didokumentasikan tahun 1920-an. Sejak saat itu, penduduk telah merasakan dampaknya, mulai dari jalan-jalan retak, bangunan yang miring, hingga kerusakan sistem kereta api.

    Citra terbaru satelit NISAR, proyek kerja sama antara NASA dan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO), mengungkap seberapa parah masalah ini dengan detail mengejutkan.

    NISAR dirancang untuk memetakan beberapa proses paling kompleks di Bumi dan mampu melacak pergerakan halus seperti penurunan tanah. Satelit ini adalah salah satu sistem radar terkuat yang pernah diluncurkan ke angkasa.

    Antara Oktober 2025 dan Januari 2026, selama musim kemarau di Mexico City, NISAR memetakan pergerakan tanah di bawah kota tersebut. Terungkap bahwa beberapa bagian kota tenggelam dengan kecepatan sekitar 2 cm per bulan atau lebih dari 24 cm setiap tahunnya.

    Area yang paling parah terdampak termasuk Bandara Internasional Benito Juarez, bandara utama kota tersebut. Monumen Angel of Independence setinggi 34,7 meter, yang dibangun tahun 1910 untuk memperingati 100 tahun kemerdekaan Meksiko, sampai harus ditambahkan 14 anak tangga di dasarnya seiring terus amblesnya tanah di bawahnya.

    "Mexico City adalah titik rawan yang sangat dikenal dalam hal penurunan tanah dan citra seperti ini hanya permulaan bagi NISAR," ujar David Bekaert, manajer proyek Institut Penelitian Teknologi Flemish. Satelit tersebut juga mampu melacak proses lain di Bumi seperti pergeseran gletser atau pertumbuhan tanaman, serta bencana alam seperti letusan gunung berapi.

    (fyk/afr)

    Komentar
    Additional JS