Proyek Kapal Induk Tercanggih dan Termahal AS Terancam Disuntik Mati - detik
Proyek Kapal Induk Tercanggih dan Termahal AS Terancam Disuntik Mati
Jakarta -
Angkatan Laut Amerika Serikat tengah meninjau ulang desain dan biaya salah satu kapal perangnya yang paling canggih dan mahal yaitu kapal induk kelas Ford. Bahkan pimpinan tertinggi kesatuan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk membatalkan versi masa depan desain kapal ini.
Menteri Angkatan Laut John Phelan menyebut tinjauan yang ditargetkan selesai bulan depan itu bertujuan untuk memeriksa biaya desain dan sistem untuk memastikan bahwa semuanya masuk akal serta memiliki seluruh sistem dan persyaratan yang diinginkan.
Tinjauan terhadap desain ini dilakukan menyusul kritikan dari Presiden Donald Trump. Ia mempermasalahkan sejumlah teknologi pada jenis kapal induk tersebut, termasuk ketapel magnetiknya, yang ia klaim tidak berfungsi dalam pidato di Ruang Oval tahun lalu.
Ketika ditanya apakah tinjauan tersebut dapat berujung pembatalan produksi kapal induk kelas Ford di masa mendatang, Phelan hanya menjawab singkat. "Masih terlalu dini untuk memastikannya, tapi kita akan tetap punya kapal induk," cetusnya.
Kapal USS Gerald R. Ford sendiri saat ini tengah menjalani rekor masa penugasan lebih dari 300 hari sejak Juni 2025. Dalam kurun waktu tersebut, kapal induk terbesar dunia ini berpartisipasi dalam dua operasi militer penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, dan perang Iran.
Dokumen anggaran Angkatan Laut yang dirilis tak mencantumkan kapal induk kelas Ford dalam daftar kapal yang rencananya akan dibeli. Alih-alih nama spesifik, dokumen itu hanya menuliskan kapal induk. Ini kontras dengan kapal jenis lain seperti kapal selam kelas Columbia dan kapal perusak kelas Arleigh Burke yang disebutkan secara rinci.
Pernyataan dari Angkatan Laut memuji kapal induk kelas Ford sebagai desain yang teruji di medan tempur. Kapal ini dinilai mampu meluncurkan pesawat dengan kecepatan lebih tinggi dari kapal induk kelas Nimitz, serta peningkatan daya tempur dan kemampuan mempertahankan operasi serangan global berintensitas tinggi.
Namun, Phelan ingin meninjau ulang data tersebut. "Saya menganut prinsip Ronald Reagan, yakni 'percayai namun verifikasi," ujar Phelan yang dikutip detikINET dari Associated Press. Ia menambahkan tinjauan tersebut akan memeriksa langsung kemampuan kapal induk ini dalam meluncurkan dan mendaratkan pesawat.
Ketapel magnetik kapal tersebut merupakan komponen kunci yang memberikan keunggulan bagi kelas Ford dibandingkan kapal-kapal kelas Nimitz yang lebih tua dalam hal peluncuran pesawat.
Sistem ini juga memberikan tekanan lebih ringan pada pesawat, lebih sedikit perawatan, dan mengurangi kebutuhan kapal akan air tawar dibanding dengan varian bertenaga uap generasi sebelumnya. Saat ini, Angkatan Laut memiliki tiga kapal induk kelas Ford lain dalam tahap konstruksi yakni USS John F. Kennedy, USS Enterprise dan USS Dorie Millier
Phelan mengatakan tinjauan tersebut juga akan mengevaluasi dua kapal induk berikutnya yang bernama USS William Jefferson Clinton dan USS George W. Bush oleh pemerintahan Biden, yang sudah direncanakan namun belum masuk tahap kontrak.
Sementara itu, Trump meluncurkan desain kapal perang baru yang dijuluki kapal tempur kelas Trump (Trump-class battleship). Kapal ini diperkirakan menelan biaya lebih dari USD 17 miliar atau USD 4 miliar lebih mahal daripada kapal induk kelas Ford. AL AS tidak berencana membiayai kapal pertama di kelas baru ini, yakni USS Defiant, hingga tahun anggaran 2028.
(fyk/afr)