Pengaruh Netanyahu ke Trump Diklaim Makin Hilang, Israel Mulai Terpinggirkan di Kesepakatan AS-Iran - Kompas TV
Pengaruh Netanyahu ke Trump Diklaim Makin Hilang, Israel Mulai Terpinggirkan di Kesepakatan AS-Iran
Kompas.tv - 24 Mei 2026, 14:30 WIB
TEL AVIV, KOMPAS.TV - Pengaruh Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) diklaim semakin hilang.
Sejumlah media Israel mengungkapkan hubungan Netanyahu dengan Trump sudah tak semulus sebelumnya.
Hal itu tampaknya disebabkan kabar yang mengatakan terjadinya perselisihan keduanya terkait kelanjutan dalam perang Iran.
Baca Juga: Iran Kian Dekat Capai Kesepakatan dengan AS Akhiri Perang, Blokade Pelabuhan Iran Bakal Berakhir
Media Israel, The Jerusalem Post mengklaim hubungan Netanyahu-Trump tidak sehangat biasanya.
Mereka mengutip laporan The New York Times, terkait hubungan kedua kepala pemerintahan itu.
“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu saat ini sudah dikesampingkan Presiden AS Donald Trump terkait Iran,” tulis media Israel tersebut dalam artikelnya yang terbit Sabtu (23/5/2026).
Mengutip dua pejabat pertahanan Israel yang yang tak disebutkan namanya, Tel Aviv hampir sepenuhnya tak dilibatkan dalam pembicaraan AS-Iran.
Menurut para pejabat tersebut, Israel terpaksa menggunakan jalur tidak langsung lainnya untuk mencari informasi tentang perundingan damai tersebut, termasuk dari koneksi diplomatik lain dan sumber intelijen di Iran.
Hal yang sama juga diungkapkan Haaretz, melalui tulisan Editor Militer dan Urusan Luar Negerinya, Amos Harel.
Ia mengatakan hubungan Trump dan Netanyahu sudah tak sekuat sebelumnya.
Menurutnya pengaruh Netanyahu ke Trump telah berkurang, dan ada tanda-tanda dikarenakan kesepakatan AS-Iran yang dinilai tak menguntungkan Israel.
Sebelumnya kesepakatan AS-Iran untuk pengakhiran perang dilaporkan semakin dekat untuk tercapai.
Ketidaksepakatan antara Trump-Netanyahu dilaporkan meruncing saat berbicara lewat telepon, Selasa (19/5/2026) terkait keberlanjutan perang di Iran.
Hal itu terkait kemungkinan Trump yang akan melakukan serangan baru Iran, yang kemudian dibatalkannya setelah mendapat permintaan dari sekutunya di Teluk Persia.
Baca Juga: Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Sebagian Besar Telah Dinegosiasikan, Termasuk Dibukanya Selat Hormuz
Apalagi, Netanyahu juga disebut frustasi dengan negosiasi AS-Iran yang saat ini tengah dilakukan.
Netanyahu diketahui memang telah lama menganjurkan pendekatan yang lebih agresif untuk menghadapi Iran.
PM Israel itu berpendapat penundaan serangan hanya akan menguntungkan Iran.
Sumber : The Jerusalem Post/Haaretz
