0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Drone Dunia Internasional Featured Hizbullah Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Spesial

    Komandan Tentara Israel Frustasi Hadapi Drone Bunuh Diri Hizbullah di Lebanon - Tribunnews

    5 min read

     

    Komandan Tentara Israel Frustasi Hadapi Drone Bunuh Diri Hizbullah di Lebanon

    Timur Tengah

    Para komandan lapangan dilaporkan frustrasi karena pasukan mereka memasuki perang tanpa perlengkapan memadai untuk menghadapi

    Tayang: 

    SERAMBINEWS.COM/Hizbullah military

    Pasukan Israel dan tank Merkava terlihat melalui lensa drone FPV sebelum diserang dalam operasi Hizbullah di al-Taybeh, Lebanon selatan, 26 April 2026. 

    Ringkasan Berita:
    • Para komandan lapangan dilaporkan frustrasi karena pasukan mereka memasuki perang tanpa perlengkapan memadai untuk menghadapi ancaman drone bunuh diri milik Hizbullah, demikian diungkap media lokal, Selasa.
    • “Kami memasuki perang di Lebanon tanpa alat yang cukup untuk menghadapi ancaman drone,” kata Radio Tentara, mengutip pernyataan seorang pejabat militer senior Israel yang enggan disebutkan namanya.

    SERAMBINEWS.COM - Ketegangan di medan tempur Lebanon kian terasa di tubuh militer Israel.

    Para komandan lapangan dilaporkan frustrasi karena pasukan mereka memasuki perang tanpa perlengkapan memadai untuk menghadapi ancaman drone bunuh diri milik Hizbullah, demikian diungkap media lokal, Selasa.

    “Kami memasuki perang di Lebanon tanpa alat yang cukup untuk menghadapi ancaman drone,” kata Radio Tentara, mengutip pernyataan seorang pejabat militer senior Israel yang enggan disebutkan namanya.

    Pernyataan itu mencerminkan kegelisahan di jajaran komando, menyusul kegagalan berulang menahan proyektil udara tak berawak yang kini menjadi senjata andalan Hizbullah.

    Ancaman drone peledak disebut telah menciptakan tantangan serius bagi pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon selatan.

    Serangan demi serangan terjadi hampir setiap hari, memaksa tentara berhadapan dengan risiko tinggi di garis depan.

    Baca juga: Begini Nasib Gaza di Tengah Gencatan Senjata Iran dan Lebanon

    Situasi tersebut memuncak ketika dua tentara Israel dilaporkan terluka akibat ledakan drone di Lebanon selatan.

    Militer Israel mengonfirmasi insiden itu terjadi pada hari Senin saat operasi berlangsung.

    Seorang prajurit mengalami luka parah, sementara rekannya menderita luka ringan akibat dampak ledakan drone selama aktivitas operasional.

    “Keduanya segera dievakuasi ke rumah sakit dan keluarga telah diberi tahu,” demikian pernyataan militer.

    Di tengah situasi yang memanas, Israel tetap melancarkan serangan ke wilayah selatan Lebanon, meski gencatan senjata diberlakukan.

    Kantor Berita Nasional melaporkan bahwa pada Selasa pagi, pesawat tempur Israel melakukan serangkaian serangan udara dan tembakan darat, sementara drone terlihat terbang di atas ibu kota.

    Serangan udara dilaporkan menghantam kota Zawtar al-Sharqiya di distrik Nabatieh sebanyak tiga kali, dimulai sekitar pukul 06.00 waktu setempat (03.00 GMT).

    Sementara itu, di kota Bint Jbeil, pasukan Israel dilaporkan menembakkan senapan mesin berat ke arah kawasan Mihniyeh.

    Rentetan serangan ini kembali menegaskan rapuhnya gencatan senjata, sekaligus memperlihatkan eskalasi ancaman drone yang terus menghantui pasukan Israel di medan perang Lebanon.

    Sementara itu, kelompok Lebanon Hizbullah mengatakan bahwa mereka melakukan dua serangan pesawat tak berawak yang menargetkan tentara Israel dan peralatan militer di Lebanon selatan.

    Dalam sebuah pernyataan, kelompok itu mengatakan anggotanya menyerang tank Israel dengan drone di kota Al-Qantara, mengklaim serangan langsung.

    Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah mengatakan pihaknya juga menyerang buldoser Israel dengan drone saat menghancurkan rumah-rumah warga sipil di Bint Jbeil.(*)

    Komentar
    Additional JS