Israel Blokir Akses Pelacakan Roket, Takut Bocor ke Iran - drtii
Israel Blokir Akses Pelacakan Roket, Takut Bocor ke Iran
Jakarta - Tentara Israel memblokir otoritas lokal dan petugas penghubung cadangan untuk mengakses sistem manajemen darurat sipil yang digunakan untuk melacak lokasi dampak roket. Israel menyebut hal itu dilakukan karena takut informasi bocor ke Iran.
Dilansir Anadolu Agency, Jumat (8/5/2026), menurut laporan media lokal, sistem yang dikenal sebagai 'Shual' ini dikembangkan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri militer untuk mengkoordinasikan manajemen darurat di antara para pejabat penanggulangan krisis.
Sistem ini dirancang untuk memprediksi zona dampak roket dan memungkinkan peringatan dini. Tak hanya itu, sistem ini juga membantu mengarahkan tim darurat ke lokasi tertentu setelah serangan roket.
Menurut surat kabar tersebut, sistem ini juga digunakan untuk mengidentifikasi bahan peledak yang belum meledak dan berbahaya, mengerahkan tim pencarian dengan cepat, dan menentukan apakah ada korban jiwa.
Surat kabar itu mengatakan sistem tersebut diblokir karena kekhawatiran bahwa informasi dapat bocor ke entitas yang terkait dengan Iran yang diduga memantau lokasi dampak "untuk meningkatkan akurasi dan kerusakan serangan di masa mendatang."
Namun, para pejabat setempat di Israel utara mengeluh bahwa larangan tersebut membuat mereka "bekerja di bawah tembakan musuh tanpa alat penyelamat nyawa yang sangat penting."
Mereka menyatakan bahwa mereka tidak dapat menentukan cakupan atau arah serangan, atau apakah ledakan tersebut diakibatkan oleh pencegahan atau dampak langsung selama penembakan roket baru-baru ini oleh Hizbullah terhadap permukiman Baram, Dovev, dan Tzivon.
Serangan lintas batas antara Israel dan Hizbullah terus berlanjut meskipun gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei.
Sejak 2 Maret, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.715 orang, melukai 8.353 orang, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, sekitar seperlima dari populasi, menurut angka resmi terbaru.
Israel menduduki wilayah di Lebanon selatan, termasuk beberapa wilayah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade dan wilayah lainnya sejak perang 2023-2024, dan telah maju sekitar 10 kilometer (6,2 mil) ke dalam perbatasan selatan selama konflik saat ini.
Lihat juga Video: Trump-Netanyahu Ngotot Iran Harus Serahkan Uraniumnya
(whn/yld)