Iran Tolak Proposal Damai AS karena Dianggap Berlebihan - Beritasatu
Iran Tolak Proposal Damai AS karena Dianggap Berlebihan
Teheran, Beritasatu.com - Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS) dalam upaya mengakhiri konflik kedua negara. Teheran menilai proposal tersebut berisi tuntutan yang berlebihan dan tidak dapat diterima.
ADVERTISEMENT
Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan menerima proposal damai dari Washington sama saja dengan menyetujui berbagai tuntutan sepihak AS terhadap Iran.
Sebelumnya, kantor berita Iran ISNA menyebut respons Teheran terhadap proposal AS difokuskan pada penghentian perang serta jaminan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan Press TV, respons resmi Iran juga menekankan perlunya AS membayar kerugian perang kepada Teheran sebagai bagian dari penyelesaian konflik.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian Washington sangat tidak bisa diterima.
Pada awal Mei 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi Teheran telah menerima respons AS terhadap proposal perdamaian 14 poin yang sebelumnya diajukan Iran melalui perantara Pakistan.
Kantor berita Tasnim melaporkan usulan Iran untuk melanjutkan negosiasi dengan AS mencakup beberapa poin utama. Di antaranya pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran, kontrol penuh Teheran atas Selat Hormuz, serta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia yang selama ini menjadi salah satu lokasi sensitif dalam hubungan Iran dan negara-negara Barat.
Konflik antara Iran dan AS meningkat setelah Washington dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Meski kedua pihak kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 8 April 2026, perundingan damai yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Situasi semakin rumit setelah AS menerapkan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran meskipun aksi saling serang telah berhenti.
Hingga kini, mediator internasional masih berupaya memfasilitasi putaran baru negosiasi antara Washington dan Teheran guna mencari solusi permanen atas konflik yang memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah tersebut.
Ketegangan Iran-AS juga terus menjadi perhatian dunia karena berdampak terhadap keamanan energi global, khususnya terkait jalur pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu