Gelombang Panas Eropa Pecahkan Rekor, Suhu Portugal Capai 40,3 Celcius - detik
Gelombang Panas Eropa Pecahkan Rekor, Suhu Portugal Capai 40,3 Celcius
Lisbon -
Gelombang panas melanda sejumlah negara di Eropa Barat dan memicu suhu ekstrem di berbagai kota. Portugal bahkan mencatat rekor suhu terpanas untuk bulan Mei setelah Kota Mora mencapai 40,3 derajat Celsius pada Rabu.
Rekor itu melampaui suhu tertinggi sebelumnya di Portugal yakni 40 derajat Celsius yang tercatat pada Mei 2001. Selain Portugal, cuaca panas juga melanda Prancis, Italia, Spanyol, Jerman, hingga Swiss.
Mengutip BBC, Sabtu (30/5/2026) Pemerintah Prancis langsung menggelar rapat untuk membahas kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, termasuk antisipasi kebakaran hutan dan ketersediaan air selama musim panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhu di Paris mencapai 33 derajat Celsius pada Kamis dan diperkirakan naik hingga 34 derajat Celsius saat akhir pekan. Sebanyak 17 wilayah di Prancis kini berstatus siaga oranye akibat gelombang panas.
Cuaca panas juga mengganggu aktivitas sekolah. Sebuah sekolah dasar di Souston, wilayah Landes, ditutup setelah suhu di dalam ruangan mencapai 53 derajat Celsius awal pekan ini.
Meski begitu, ujian baccalaureate atau setara ujian akhir sekolah tetap berlangsung. Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, mengatakan sekolah dapat memilih ruang ujian yang lebih teduh.
"Ujian tetap berjalan karena siswa sudah mempersiapkan diri dan ada jadwal hasil yang harus dipenuhi," ujar Geffray.
Kebijakan itu menuai kritik dari serikat guru. Mereka menyebut banyak guru terpaksa membawa kipas angin sendiri hingga membuka paksa jendela kelas agar ruangan lebih sejuk.
Gelombang panas juga memengaruhi French Open di Paris. Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, mengaku sempat mengalami pusing dan kelelahan saat bertanding.
"Itu situasi yang sulit. Tapi sebenarnya bukan karena cuaca atau panas, memang kondisi saya saja hari ini," kata Sinner.
Sementara itu, Italia mengeluarkan peringatan merah gelombang panas untuk Roma, Florence, Bologna, Brescia, dan Turin. Otoritas setempat memperingatkan suhu ekstrem dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Di Spanyol, suhu Madrid diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius akhir pekan ini. Badan meteorologi setempat menyebut suhu panas kali ini lebih mirip cuaca pada Juli dan Agustus.
Para ilmuwan menjelaskan fenomena ini dipicu heat dome atau kubah panas yaitu tekanan udara tinggi yang memerangkap udara panas di suatu wilayah. Menurut mereka, perubahan iklim membuat gelombang panas menjadi lebih sering dan lebih ekstrem.
PBB juga memperingatkan suhu rata-rata global diperkirakan tetap berada di level rekor dalam beberapa tahun ke depan. Sebelas tahun terpanas dalam sejarah tercatat terjadi sejak 2015.
(upd/wsw)