Breaking News: Kapal Perang USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason Melarikan Diri Ditembak Rudal Iran - Kabar Cirebon
Breaking News: Kapal Perang USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason Melarikan Diri Ditembak Rudal Iran - Kabar Cirebon
KABAR CIREBON - Tiga kapal perang Amerika Serikat (AS) USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason melarikan diri dengan kecepatan tinggi setelah ditembak rudal Iran sekitar Selat Hormuz.
Iran menuduh pengerahan kapal perang AS ke Selat Hormuz sebagai bentuk pelanggaran gencatan senjata. Kehadiran USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason memicu provokasi dan Iran memberi peringatan dengan menembakkan rudal.
Usai penembakan rudal Iran, militer AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap target Iran di dekat Selat Hormuz. Walau sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah adanya penembakan terhadap tiga kapal perangnya.
Komando Pusat AS mengatakan bahwa mereka menargetkan lokasi peluncuran rudal Iran, lokasi komando dan kendali, serta simpul pengawasan dalam rangka pertahanan diri.
CENTCOM kemudian menyebut Iran melakukan serangan rudal, drone, dan kapal kecil yang "tidak beralasan" terhadap USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Fox News bahwa pasukan Amerika menyerang pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas di Iran, serta pos pemeriksaan angkatan laut Bandar Kargan di Minab.
Sumber tersebut menegaskan bahwa serangan tersebut bukan merupakan dimulainya kembali perang secara resmi atau berakhirnya gencatan senjata 7 April 2026.
Teheran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan kapal tanker minyak Iran yang bergerak di dalam perairan teritorialnya.
Markas Besar Pusat Iran di Hazrat Khatam al-Anbiya juga menuduh Washington berkoordinasi dengan "beberapa negara regional" untuk menyerang daerah sipil di sepanjang pantai Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm.
Angkatan Laut IRGC mengklaim bahwa tiga kapal perang AS melarikan diri dari Selat Hormuz dengan kecepatan tinggi setelah mengalami kerusakan signifikan. Namun, CENTCOM bersikeras bahwa tidak ada aset AS yang terkena serangan.
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa pertahanan udara telah diaktifkan di Teheran barat untuk melawan target musuh. Kru RT di ibu kota Iran mengkonfirmasi mendengar aktivitas pertahanan udara dan merekam kilatan di langit.***