AS Siapkan Rudal Hipersonik Misterius Dark Eagle untuk Serang Iran - detik
AS Siapkan Rudal Hipersonik Misterius Dark Eagle untuk Serang Iran
Jakarta -
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) meminta pengerahan rudal hipersonik rahasia, Dark Eagle, ke Timur Tengah. Langkah ini terkait kemungkinan penggunaan rudal tersebut terhadap Iran, untuk menyerang target jauh dalam wilayah negara tersebut tanpa terjangkau pertahanan udara. Demikian dilaporkan Bloomberg.
Centcom mengajukan permintaan tersebut ke Departemen Perang berdasarkan informasi intelijen yang menunjukkan Iran memindahkan peluncur rudal balistiknya ke luar jangkauan Precision Strike Missile (Rudal Serang Presisi) AS, yakni rudal balistik supersonik yang diluncurkan sistem HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System).
Jika permintaan Centcom atas Dark Eagle disetujui, ini akan menandai pertama kalinya senjata yang peluncurannya lama tertunda tersebut dikerahkan dan berpotensi digunakan jika AS kembali menyerang Iran.
Dikutip detikINET dari Middle East Eye, Presiden AS Donald Trump menerima pengarahan dari Centcom mengenai rencana gelombang serangan baru terhadap Iran. Serangan yang berpotensi menargetkan infrastruktur Iran tengah direncanakan menyusul buntunya negosiasi perdamaian.
Dark Eagle awalnya dirancang untuk menargetkan sistem pertahanan udara China dan Rusia. Kedua negara tersebut merupakan kekuatan nuklir dengan kemampuan militer yang lebih canggih dibandingkan Iran.
Pemerintahan Trump berulang kali mengklaim telah menguasai superioritas udara di langit Iran. Namun jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak Iran awal bulan ini membuktikan negara tersebut masih memiliki kemampuan pertahanan udara.
Serba serbi Dark Eagle
Sistem yang secara resmi disebut Senjata Hipersonik Jarak Jauh (Long-Range Hypersonic Weapon) ini belum dinyatakan beroperasi penuh. Dark Eagle adalah rudal hipersonik yang diluncurkan dari darat, dirancang untuk serangan presisi jarak jauh terhadap target yang dijaga ketat dan sensitif waktu.
Berbeda dengan rudal balistik tradisional, Dark Eagle menggunakan kendaraan luncur hipersonik yang melaju dengan kecepatan melebihi Mach 5 atau lebih dari lima kali lipat kecepatan suara sambil bermanuver di tengah penerbangan. Kombinasi antara kecepatan dan pergerakan yang sulit ditebak ini membuatnya sulit dilacak atau dicegat oleh pertahanan udara.
Dark Eagle dilaporkan memiliki daya jangkau sekitar 2.700 km, memungkinkannya menyerang jauh ke wilayah musuh. Ia dapat menargetkan sistem pertahanan udara, pusat komando, situs peluncuran rudal, dan target bernilai tinggi lainnya yang sensitif terhadap waktu.
Para pejabat mengatakan Iran telah memindahkan aset-aset utamanya ke luar jangkauan sistem serangan AS yang ada saat ini, sehingga mendorong pertimbangan penggunaan opsi senjata dengan jarak yang lebih jauh.
Dark Eagle belum dinyatakan beroperasi penuh dan jika benar dikerahkan ke Iran berpotensi menjadi penggunaan pertamanya dalam sebuah konflik. Setiap rudal diperkirakan berharga sekitar USD 15 juta, dengan unit yang masih sangat terbatas.
Senjata ini dapat meningkatkan kemampuan serangan, tapi analis mengatakan jumlahnya yang terbatas dan status belum teruji dalam pertempuran berarti kehadirannya takkan serta merta menjadi penentu jalannya peperangan.
(fyk/afr)