Iran Tegaskan Masih Kuasai Selat Hormuz, Kapal Wajib Izin Lewat - Kompas TV
Iran Tegaskan Masih Kuasai Selat Hormuz, Kapal Wajib Izin Lewat
Kompas.tv - 3 Mei 2026, 13:13 WIB
TEHERAN, KOMPAS.TV - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Iran menegaskan kontrol penuh atas salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, Selat Hormuz. Klaim ini disampaikan oleh Juru Bicara Militer Iran, Mohammad Akraminia, yang menyebut tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa izin resmi dari pihak Iran.
Pernyataan tersebut menambah sorotan global terhadap wilayah yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia itu.
Dalam pernyataannya yang disiarkan media Iran pada Sabtu (2/5/2026), Mohammad Akraminia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran saat ini memiliki kendali atas Selat Hormuz.
Ia menyebut penguasaan jalur tersebut sebagai “hak inheren” Iran yang selama ini tidak dimaksimalkan.
Baca Juga: Trump Tinjau Proposal Baru dari Iran Akhiri Perang: Mereka Terpukul…
"Saat ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran di wilayah barat dan militer negara di wilayah timur mengendalikan selat tersebut dengan kekuatan, dan tidak ada kapal, baik milik kawan maupun lawan, yang berhak melewatinya tanpa izin dan otorisasi dari pasukan kami," ujarnya seperti dikutip Xinhua, Minggu (3/5/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di kawasan tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat militer Iran.
Negara Lain Disebut Minta Izin Melintas
Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz disebut memicu kekhawatiran internasional. Mengutip kantor berita semi resmi Fars, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hamid Ghanbari menyebut sejumlah negara kini aktif menghubungi Iran.
Mereka dilaporkan mengirimkan permintaan resmi melalui surat dan komunikasi diplomatik agar kapal mereka tetap diizinkan melintas di jalur tersebut.
“Berbagai negara dengan cemas dan secara mendesak meminta Iran melalui teleks dan surat untuk mengizinkan kapal mereka melewati Selat Hormuz,” demikian laporan Fars.
Kebijakan Diperketat Sejak Februari
Ketegangan ini bukan hal baru. Iran diketahui mulai memperketat kontrol atas Selat Hormuz sejak 28 Februari. Langkah tersebut diambil dengan melarang jalur aman bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat.
Kebijakan itu muncul setelah serangan gabungan yang terjadi di wilayah Iran, yang kemudian dibalas dengan penguatan pengawasan di jalur perairan strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi rute utama distribusi minyak global. Setiap perubahan kebijakan di kawasan ini kerap berdampak luas pada stabilitas ekonomi dan geopolitik internasional.
Sumber : Kompas TV