2 Kali Jadi Presiden AS, Trump Sudah Ancam 15 Negara - Kompas
2 Kali Jadi Presiden AS, Trump Sudah Ancam 15 Negara
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Selama dua masa jabatannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tercatat telah mengancam, membuka kemungkinan menyerang, atau benar-benar melakukan aksi militer terhadap 15 negara.
Berdasarkan laporan CNN, jumlah tersebut setara dengan perkiraan 1 dari 13 negara di dunia.
Dampak dari kebijakan luar negeri ini sangat masif. Negara-negara yang pernah diancam atau diserang oleh Trump menampung sekitar 1 dari 11 penduduk di bumi.
Baca juga: Iran Tegaskan Pendirian soal Uranium, Tak Goyah oleh Tekanan Trump
Artinya, sebagian besar populasi global memiliki alasan kuat untuk mengkhawatirkan kemungkinan aksi militer dari AS.
Mojtaba Khamenei: AS-Israel sedang Berusaha "Adu Domba" Iran di Tengah Negosiasi
Sebagian besar ancaman tersebut terjadi dalam 16 bulan pertama pada masa jabatan keduanya, meskipun beberapa di antaranya mencakup kedua masa jabatan.
Oman menjadi negara ke-15 yang masuk ke dalam daftar tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Kamis (28/5/2026).
Pada Rabu (27/5/2026), dalam sebuah rapat Kabinet di Gedung Putih, Trump memperingatkan Oman bisa menghadapi aksi militer AS jika mencoba mengendalikan Selat Hormuz bersama Iran.
Baca juga: Trump Ngamuk Sekutunya Mau Kelola Selat Hormuz Bareng Iran, Ancam Serangan
Meskipun dilontarkan secara santai dan bukan bagian dari pengumuman kebijakan resmi, pernyataan ini sejalan dengan pola kebijakan luar negeri Trump yang kerap menjadikan ancaman militer sebagai fitur yang berulang.
"Oman akan berperilaku sama seperti semua orang, atau kita harus meledakkan mereka," ujar Trump dalam rapat tersebut.
Sejauh ini pada masa jabatan keduanya, Trump telah meluncurkan serangan militer ke tujuh negara. Beberapa di antaranya juga sempat menjadi target pada masa jabatan pertamanya.
Negara-negara yang telah menjadi target serangan militer AS yakni Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Mau Negara Muslim Bersatu, Saingi Trump Perluas Abraham Accords?
Total tujuh negara tersebut belum termasuk operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan penyelundupan narkoba di Laut Karibia dan Samudra Pasifik.
Operasi tersebut menyasar hampir 60 kapal dan menewaskan lebih dari 190 orang.
Sifat dari ancaman dan serangan ini bervariasi. Beberapa aksi militer, termasuk serangan di Irak, ditargetkan secara sempit kepada kelompok teroris dan bukan menyasar pemerintah negara setempat.
Pada kasus lain, ancaman Trump bersifat kurang langsung, di mana dia hanya menolak untuk membatalkan kemungkinan opsi militer.
Baca juga: Menjelang 80 Tahun, Trump Klaim Dirinya Sehat seperti Usia 50
Selain serangan nyata, Trump juga mengancam atau membuka peluang untuk menyerang sejumlah negara lain pada masa jabatan saat ini.
Di antaranya yaitu Kanada, Kolombia, Kuba, wilayah Greenland milik Denmark, Meksiko, Panama, dan Oman.
Sementara itu, pada masa jabatan pertamanya, dia juga sempat melontarkan ancaman kepada Meksiko dan Korea Utara.
Secara geografis, kebijakan keras Trump ini telah mencakup empat dari enam benua di dunia, yaitu Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika
Dia juga secara teknis mengancam negara Eropa, Denmark, melalui pembicaraan mengenai kemungkinan mengambil alih Greenland yang merupakan wilayah Denmark di Amerika Utara.
Baca juga: Trump Adakan Rapat Kabinet, Bahas Perang Iran yang Masuk Titik Kritis
Timur Tengah menjadi wilayah yang paling fokus diincar. Trump kini telah mengancam atau menargetkan lima negara di kawasan tersebut yakni Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman.
Dalam beberapa kasus, pernyataan Trump tidak lagi sebatas ancaman militer biasa, melainkan menjurus pada kemungkinan ekspansi wilayah atau penguasaan teritorial.
Dari 15 negara yang diancam atau diserang, lima negara di antaranya telah diidentifikasi oleh Trump sebagai wilayah yang berpotensi ditambahkan ke dalam AS atau menjadi target pengendalian AS.
Negara dan wilayah tersebut adalah, Kanada, Kuba, Greenland, Panama, dan Venezuela.
Baca juga: Trump Sebut Iran Setuju Serahkan Uranium ke AS untuk Dihancurkan
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang