Viral Istri Muda Rawat Suami Kanker, Dapat Warisan Rp 735 M, Digugat Anak Tiri - wolipop
Viral Istri Muda Rawat Suami Kanker, Dapat Warisan Rp 735 M, Digugat Anak Tiri
Setia merawat suami yang menderita kanker, wanita ini dapat warisan Rp 735 miliar. Namun kini dia harus menghadapi gugatan dari anak tirinya yang menuduhnya sebagai penipu.
Sengketa warisan yang melibatkan aset bernilai miliar di Sanya, China, ini mencuat setelah seorang pengusaha berusia 61 tahun bermarga Hou memutuskan untuk mewariskan seluruh kekayaannya, yang diperkirakan bernilai sekitar 300 juta yuan kepada istrinya saat ini yang usianya 28 tahun lebih muda darinya.
Menurut sejumlah media China, keputusan tersebut memicu kemarahan dua anaknya dari pernikahan sebelumnya. Mereka merasa tidak adil jika seluruh aset dialihkan kepada istri Hou saat ini dan telah mengajukan gugatan hukum terkait hal tersebut.
Setelah bercerai dari istri pertamanya, Hou menikah dengan istrinya sekarang, Liyuan pada 2016. Pasangan itu juga memiliki seorang putra yang kini berusia enam tahun.
Pada 2025, Hou didiagnosis menderita kanker stadium akhir saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Dia pun menjalani lima kali kemoterapi. Selama masa itu, Liyuan selalu berada di sisinya dan merawatnya sepanjang waktu.
Media China mencatat bahwa Liyuan bahkan menolak berbagai undangan sosial dan pekerjaan demi merawat suaminya. Setiap harinya, dia menyuapi makan, mengosongkan pispot, serta menemani Hou dalam setiap kunjungan medisnya. Tindakan Liyuan membuat Hou tersentuh hingga akhirnya pada 18 Maret 2026 ia memutuskan untuk mengalihkan seluruh asetnya kepada sang istri.
Aset tersebut meliputi tiga vila tepi pantai di lokasi strategis di Sanya, dua ruko di pinggir jalan utama, kepemilikan penuh sebuah hotel resor, saham sebesar 27 persen di sebuah perusahaan kapal pesiar, serta simpanan bank senilai total 47 juta yuan. Total kekayaan yang diwariskan kepada Liyuan mencapai 300 juta yuan atau sekitar Rp 735 miliar.
Hou mengatakan kepada kerabatnya bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk terima kasih atas pengorbanan Liyuan. Dia juga ingin memastikan istri dan putra mereka yang berusia enam tahun memiliki jaminan finansial.
Namun keputusan tersebut membuat anak-anak Hou dari pernikahan sebelumnya marah. Mereka bahkan mendatangi Liyuan secara langsung dan menuduhnya sebagai 'wanita licik' di media sosial.
Mereka juga mempertanyakan apakah Hou berada dalam kondisi sadar sepenuhnya saat menandatangani dokumen hukum pengalihan aset tersebut, serta apakah ia dipaksa atau dimanipulasi.
Kedua anak itu kemudian mengajukan gugatan ke pengadilan untuk membatalkan pengalihan aset dan meminta agar harta tersebut dibagi.
Menanggapi hal tersebut, Liyuan mengatakan bahwa ia merawat suaminya dengan sepenuh hati dan tidak pernah meminta aset apa pun darinya. Ia juga menegaskan akan tetap berada di sisi suaminya untuk merawatnya.
Media Oriental Daily dan HK01 melaporkan bahwa perselisihan ini memicu beragam reaksi di dunia maya. Sebagian warganet China menilai bahwa fakta mereka telah menikah selama 10 tahun dan memiliki anak menunjukkan adanya perasaan tulus di antara keduanya. Namun, ada juga yang menyindir bahwa Liyuan mendapatkan 'imbalan hasil investasi' yang baik.
(eny/eny)