0
News
    Home Berita Dunia Internasional F-15E Featured Konflik Timur Tengah Spesial

    Update Penembakan Jatuh Dua Pesawat Tempur AS, Pilot A-10 Selamat, Awak F-15E Masih Hilang - Tribunnews

    6 min read

     

    Update Penembakan Jatuh Dua Pesawat Tempur AS, Pilot A-10 Selamat, Awak F-15E Masih Hilang

    Tumbangnya dua jet tempur AS ini sekaligus menodai rekam jejak superioritas udara pesawat berawak AS di Timur Tengah.

    Ringkasan Berita:
    • Memasuki hari ke-36 invasi koalisi AS-Israel, sistem pertahanan udara Iran berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur andalan AS, yakni F-15E Strike Eagle dan A-10 Warthog
    • Pentagon mengonfirmasi insiden tersebut; satu pilot A-10 dan satu kru F-15E berhasil diselamatkan, sementara satu awak F-15E lainnya berstatus hilang dalam tugas (Missing in Action).
    • Di perbatasan utara, militer Israel (IDF) menghancurkan dua jembatan di Sungai Litani untuk memutus jalur pasokan logistik Hizbullah

     

    TRIBUNNEWS.COM - Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah kian tak terkendali memasuki hari ke-36 invasi koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu ini (4/4/2026)

    Berdasarkan laporan Al Jazeera pada akhir pekan ini, pihak Iran menjadi sorotan utama setelah sistem pertahanan udara Teheran dilaporkan sukses menembak jatuh dua pesawat tempur andalan Washington.

    Pesawat pertama yang menjadi korban ganasnya rudal Iran adalah jet tempur superioritas udara F-15E Strike Eagle.

    Jet canggih yang biasanya digunakan untuk misi serangan darat presisi tinggi ini jatuh berkeping-keping di wilayah barat daya Iran.

    Tak berselang lama, pesawat kedua, yakni pesawat serang darat legendaris A-10 Warthog, dilaporkan jatuh di perairan strategis dekat Selat Hormuz.

    Jalur ini merupakan salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia yang kini dijaga ketat oleh armada Garda Revolusi Iran.

    Pejabat Pentagon telah mengonfirmasi insiden penembakan pesawat AS tersebut. 

    Terkait nasib para pilot, militer AS menyatakan bahwa satu kru dari F-15E berhasil diselamatkan melalui operasi senyap.

    Namun, satu awak lainnya dinyatakan berstatus hilang dalam tugas atau Missing in Action (MIA) dan operasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR) besar-besaran masih terus digeber di wilayah Iran.

    Sementara itu, pilot pesawat A-10 Warthog dilaporkan berhasil melontarkan diri dan telah dievakuasi dengan selamat.

    Tumbangnya dua jet tempur ini menandai eskalasi yang sangat signifikan.

    Ini adalah pertama kalinya sejak pecahnya konflik 36 hari lalu, Iran mampu membuktikan bahwa langit mereka tidak bisa ditembus dengan mudah.

    Jatuhnya dua pesawat milik AS ini sekaligus menodai rekam jejak superioritas udara pesawat berawak AS di Timur Tengah.

    Hal ini diprediksi akan mengubah kalkulasi taktis Pentagon yang selama ini begitu leluasa mengirimkan jet-jet tempurnya dari pangkalan di Teluk Persia.

    Israel Putus Jalur Logistik Hizbullah

    Di saat armada udara AS kocar-kacir di Iran, militer Israel terus memperluas medan pertempuran di perbatasan utaranya.

    Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan udara destruktif yang menghancurkan dua jembatan utama di wilayah selatan Lebanon.

    Jembatan yang membentang di sekitar Sungai Litani tersebut diyakini oleh intelijen Israel sebagai urat nadi pasokan senjata dan logistik bagi milisi Hizbullah.

    Militer Israel pun memberikan ultimatum keras bahwa mereka tidak akan segan meluluhlantakkan lebih banyak infrastruktur sipil dan militer jika Hizbullah terus mengirimkan serangan roket.

    Serangan brutal IDF di front Lebanon ini memicu gelombang pengungsian massal.

    Sebelumnya, jet tempur Israel juga membombardir kawasan permukiman padat di Tyre dan Nabatieh, yang secara tragis merenggut nyawa sedikitnya tujuh warga sipil.

    Perdana Menteri Lebanon secara terbuka menyebut situasi saat ini sebagai "krisis kritis" yang membawa negaranya ke ambang kehancuran total.

    Konflik berdarah ini berakar dari serangan kejutan gabungan AS-Israel terhadap sejumlah situs petrokimia dan reaktor nuklir di pedalaman Iran lima minggu lalu.

    Teheran sendiri tidak tinggal diam dan membalas dengan meluncurkan hujan rudal balistik yang memicu kebakaran hebat serta kerusakan fasilitas militer di wilayah Negev dan Rosh Haayin, Israel.

    Para pengamat militer memperingatkan bahwa insiden ditembak jatuhnya jet AS ini dapat menjadi pemantik bagi pengerahan armada militer AS yang lebih masif, yang berpotensi menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam Perang Dunia skala regional.

    (Tribunnews.com/Bobby Wiratama)


    Komentar
    Additional JS