0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Trump Sebut Iran Sedang Runtuh, Minta AS Buka Selat Hormuz - Kompas

    6 min read

      

    Trump Sebut Iran Sedang Runtuh, Minta AS Buka Selat Hormuz



    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengunggah di media sosialnya yang mengklaim bahwa Iran meminta AS untuk membuka Selat Hormuz.

    Dia mengatakan bahwa Teheran telah memberi tahu Washington bahwa mereka dalam “Keadaan Keruntuhan” dan tengah mencoba menentukan kepemimpinan mereka.

    Baca juga: Pasukan AS di Timur Tengah Ramai-ramai Jadi Target Peretas Iran

    Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Keadaan Keruntuhan'," tulis Trump di Truth Social, Selasa (28/4/2026).

    "Mereka ingin kami 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, sementara mereka mencoba mencari solusi untuk situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!)," lanjut pernyataan tersebut.

    India Murka! Trump Unggah Ulang Konten yang Hina New Delhi

    Dia tidak menyebutkan siapa pihak Iran yang menyampaikan pesan itu kepadanya, atau apa sebenarnya maksud isi pesan tersebut.

    Baca juga: Warga AS Ramai Pindah ke Selandia Baru, Tak Puas dengan Politik Trump

    Trump klaim serangan AS-Israel mengubah rezim Iran

    Sebelumnya, Trump telah berulang kali menegaskan bahwa perang gabungan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari telah berhasil mengubah rezim.

    Namun, terlepas dari sinyal yang beragam dari para pemimpin militer dan politik, belum ada indikasi perubahan rezim yang nyata.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, mengatakan kepada Fox News pada Senin (27/4/2026), ia tidak ragu bahwa rezim Teheran berpotensi menghasilkan senjata nuklir.

    "Pada suatu saat di masa depan jika rezim ulama radikal ini tetap berkuasa di Iran, mereka akan memutuskan bahwa mereka menginginkan senjata nuklir," ujarnya

    "Masalah mendasar itu masih harus dihadapi. Itu tetap menjadi inti permasalahan di sini," lanjut Rubio.

    Baca juga: Trump Sudah Ancang-ancang Lawan China, Bidik dengan Golden Dome

    Teheran masih baik-baik saja

    Ilustrasi Iran, bendera Iran

    Lihat Foto

    Sementar itu, Produser CBS News di Teheran, Seyed Rahim Bathaei, mengatakan negara itu tampaknya tidak berada dalam kondisi runtuh seperti yang diklaim Trump.

    Bathaei mengatakan pada Selasa, sejauh yang dapat ia lihat di lapangan, pemerintah tetap memegang kendali penuh dan negara tersebut tidak berada dalam "keadaan runtuh, menurut standar apa pun."

    "Ada konsekuensi serius yang akan datang akibat perang, seperti yang kita lihat ada kekurangan dan inflasi tinggi serta kurangnya pasokan (kebutuhan pokok), namun, apa yang tidak dipertimbangkan oleh beberapa sumber di luar negeri adalah bahwa Iran sudah terbiasa dengan kondisi sulit dalam semua aspek kehidupan ekonomi, sosial, dan politik setelah puluhan tahun sanksi internasional dan ketegangan dengan Barat," ujar Bathaei.

    Baca juga: Iran Kebanjiran Minyak Tak Terjual Imbas Blokade AS, Tangki Bekas Jadi “Penyelamat”

    Iran ajukan proposal perdamaian baru

    Sebelumnya, Trump mengisyaratkan pada Senin bahwa ia kemungkinan besar tidak akan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik.

    Teheran telah mengusulkan rencana yang akan membuka kembali Selat Hormuz sambil menyerahkan pertanyaan tentang program nuklirnya untuk negosiasi selanjutnya.

    Iran menyampaikan pesan tertulis kepada Washington melalui Pakistan, yang menjelaskan garis merahnya dalam negosiasi, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz.

    Baca juga: AS Tak Mengira Iran Kirim Proposal Bagus, Langsung Dibahas Trump dan Gedung Putih

    Gedung Putih mengatakan mereka sedang meneliti proposal terbaru Iran untuk membuka blokade Selat Hormuz, menurut AFP, Selasa (28/4/2026).

    Perundingan perdamaian antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali selat vital tersebut sejauh ini belum membuahkan hasil sejak gencatan senjata diberlakukan.

    Namun pada Senin, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan penasihat keamanan utama Pedung Putih untuk membahas proposal terbaru itu.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Ketegangan Israel Vs Hizbullah Berlanjut, Tank dan Kendaraan Militer Siaga

    Komentar
    Additional JS