0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Selat Hormuz Akan Dibuka, Iran dan AS Dikabarkan Segera Akhiri Perang - SindoNews

    5 min read

     

    Selat Hormuz Akan Dibuka, Iran dan AS Dikabarkan Segera Akhiri Perang


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 06 April 2026 - 15:07 WIB

    Selat Hormuz akan dibuka, Iran dan AS dikabarkan segera akhiri perang. Foto/X.USMC

    TEHERAN - Iran dan Amerika Serikat menerima rencana untuk mengakhiri permusuhan yang dapat berlaku hari ini dan membuka kembali Selat Hormuz. Itu diungkapkan sumber yang mengetahui proposal tersebut kepada Reuters.

    Sebuah kerangka kerja untuk mengakhiri permusuhan telah disusun oleh Pakistan dan dipertukarkan dengan Iran dan AS semalam, kata sumber tersebut, yang menguraikan pendekatan dua tahap dengan gencatan senjata segera diikuti oleh kesepakatan komprehensif.

    “Semua elemen perlu disepakati hari ini,” kata sumber tersebut, dilansir Times of Israel. Sumber tersebut menambahkan bahwa pemahaman awal akan disusun sebagai nota kesepahaman yang diselesaikan secara elektronik melalui Pakistan, satu-satunya saluran komunikasi dalam pembicaraan tersebut.

    Axios pertama kali melaporkan kemarin bahwa Amerika Serikat, Iran, dan mediator regional sedang membahas potensi gencatan senjata 45 hari sebagai bagian dari kesepakatan dua tahap yang dapat mengarah pada pengakhiran permanen perang, mengutip sumber-sumber AS, Israel, dan regional.

    Sumber tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa kepala angkatan darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, telah berhubungan “sepanjang malam” dengan Wakil Presiden AS JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

    Berdasarkan proposal tersebut, gencatan senjata akan berlaku segera, membuka kembali Selat Hormuz, dengan waktu 15-20 hari untuk menyelesaikan kesepakatan yang lebih luas. Kesepakatan tersebut, yang untuk sementara disebut "Kesepakatan Islamabad," akan mencakup kerangka kerja regional untuk Selat tersebut, dengan pembicaraan tatap muka terakhir di Islamabad.

    Tidak ada tanggapan langsung dari pejabat AS dan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, menolak berkomentar.

    Kesepakatan akhir diharapkan mencakup komitmen Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan pelepasan aset yang dibekukan, kata sumber tersebut.

    Dua sumber Pakistan mengatakan Iran belum berkomitmen meskipun ada peningkatan upaya pendekatan sipil dan militer.

    Sebelumnya, Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengatakan mereka sedang menyelesaikan persiapan untuk memberlakukan kondisi operasi baru di Selat Hormuz, yang hampir sepenuhnya ditutup sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai.

    “Angkatan laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang diumumkan oleh otoritas Iran untuk tatanan baru Teluk Persia,” kata angkatan laut Garda Revolusi Iran dalam sebuah unggahan di X.

    Mereka memperingatkan bahwa kondisi di selat tersebut “tidak akan pernah kembali ke status sebelumnya, terutama bagi AS dan Israel.”

    Pernyataan mereka muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui ancaman untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran jika jalur pelayaran vital tersebut tidak dibuka kembali.

    Iran hanya mengizinkan lalu lintas terbatas melalui jalur air tersebut sejak perang dimulai pada 28 Februari, mengganggu aliran sekitar 20 persen minyak dan gas global.

    Kantor berita negara Oman mengatakan kemarin bahwa Iran dan Oman telah mengadakan pembicaraan tentang pelonggaran lalu lintas melalui selat tersebut, yang tetap tertutup karena konflik.

    Para anggota parlemen Iran dalam beberapa minggu terakhir telah mengusulkan untuk memberlakukan bea dan pajak pada kapal yang melewati jalur air tersebut.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    6 Strategi Iran Memperpanjang...

    6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel

    Komentar
    Additional JS