Penasihat Jerman: Iran Lebih Kuat dari Dugaan Semua Orang, Sedangkan AS Menuju Jurang Kehinaan - Republika
Penasihat Jerman: Iran Lebih Kuat dari Dugaan Semua Orang, Sedangkan AS Menuju Jurang Kehinaan
Penasihat Jerman memuji kepiawaian diplomat Iran.
EPA/ABEDIN TAHERKENAREH Warga Iran berkendara melewati papan reklame besar yang bertuliskan kalimat dalam bahasa Persia yakni Selat Hormuz tetap ditutup di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 22 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN— Penasihat Jerman Friedrich Merz mengatakan pada Senin (28/4/2026) ini Amerika Serikat tampaknya tidak memiliki strategi yang jelas untuk keluar dari konflik dengan Iran.
Dia memperingatkan seluruh bangsa sedang dipermalukan kepemimpinan Iran, terutama oleh mereka yang disebut sebagai Garda Revolusi.
Sponsored
Mertz menambahkan bahwa orang-orang Iran bernegosiasi dengan sangat terampil, seperti yang terlihat jelas.
Di hadapan para mahasiswa di Kota Marburg, Jerman, Mertz mengatakan orang-orang Iran tampaknya lebih kuat dari yang diperkirakan, dan karena orang Amerika tampaknya tidak memiliki strategi yang benar-benar meyakinkan dalam negosiasi.
Mertz menjelaskan masalah dalam konflik semacam ini adalah tidak cukup hanya masuk ke dalamnya, tetapi juga harus keluar darinya.
"Kita telah melihatnya dengan sangat menyakitkan di Afghanistan selama 20 tahun, dan juga di Irak," kata dia dikutip dari Aljazeera, Selasa (28/4/2026).
Kecerdikan Iran
Mertz mengkritik Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa mereka terlibat dalam perang di Iran tanpa strategi sama sekali.
Halaman 2 / 4
Hal itu membuat penyelesaian konflik menjadi lebih sulit, terutama karena orang-orang Iran bernegosiasi dengan sangat terampil, atau menahan diri dari negosiasi dengan terampil. "Sebuah bangsa secara keseluruhan mengalami penghinaan di tangan kepemimpinan Iran," kata dia.
Penasihat tersebut menambahkan, "Situasi saat ini sangat rumit," menjelaskan hal itu menghabiskan banyak uang, karena konflik ini, dan perang melawan Iran, memiliki dampak langsung terhadap kinerja ekonomi Jerman.
Mertz menegaskan Jerman tetap berpegang pada tawarannya untuk menggunakan kapal pembersih ranjau guna memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang sangat penting bagi pasokan minyak global, sambil mencatat bahwa hal itu bergantung pada penghentian pertempuran terlebih dahulu.
Kandas
Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya telah menerima usulan baru dari Iran setelah membatalkan misi utusan AS ke Pakistan untuk melakukan perundingan.
Halaman 3 / 4
"Mereka memberi kami dokumen yang seharusnya lebih baik. Dan yang menarik, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami mendapat dokumen baru yang jauh lebih baik," kata Trump kepada wartawan pada Sabtu.
Saat ditanya soal isi dokumen tersebut, Trump menegaskan fokus utama perundingan tetap pada jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba pada Jumat di Pakistan, yang menjadi penengah perundingan AS-Iran.
Utusan khusus Trump — Steve Witkoff dan Jared Kushner — sebelumnya dijadwalkan berangkat pada Sabtu, tetapi sejumlah laporan menyebutkan bahwa delegasi Iran telah lebih dulu meninggalkan Pakistan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pihaknya tidak akan berunding di bawah tekanan, ancaman, atau blokade.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, menurut keterangan resmi kepresidenan Iran, Sabtu (25/4/2026).
Halaman 4 / 4
Dia mengatakan titik temu dan lingkungan kondusif menjadi syarat utama bagi dialog yang efektif.
Menurut Pezeshkian, pengalaman negosiasi sebelumnya justru memperdalam ketidakpercayaan publik di Iran karena dialog berlangsung bersamaan dengan sanksi, tekanan, dan blokade.
Dia menegaskan prasyarat penting untuk menyelesaikan perselisihan, yaitu menghentikan sikap bermusuhan dan jaminan hal itu tidak terulang lagi.
Dia juga mengatakan meningkatnya keberadaan militer semakin memperumit situasi dan melemahkan suasana dialog.
Pernyataan Pezeshkian itu muncul di tengah upaya Pakistan menghidupkan kembali pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat setelah eskalasi konflik dalam beberapa pekan terakhir.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata dua pekan mulai 7 April dan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.
AS lalu memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara mediator berupaya mengatur putaran perundingan yang baru.
Putaran pertama perundingan di Islamabad dua pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari dan meluas ke kawasan Timur Tengah.
Pembicaraan tersebut berlangsung setelah gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Berita Terkait
Penegasan Dukungan Rusia kepada Iran Jadi Isyarat Putin untuk Trump?
News Analysis - 6 jam yang lalu
Iran Netralkan Bom ‘Busuk AS’ dari Besar Hingga Kecil, Diteliti dan Dimodifikasi Ulang
Dunia - 6 jam yang lalu
Bos IEA Ungkap Perang Iran Bikin Dunia Makin Tinggalkan Minyak, Percepat Adopsi Nukir dan EBT
Energi - 26 April 2026, 18:06
Perundingan Kembali Kandas, Apakah AS dan Iran akan Kembali Berperang? Ini Kata Para Pakar
Dunia - 26 April 2026, 12:11
Benarkah Persediaan Amunisi AS Benar-Benar Habis Akibat Perang Iran atau Hanya Cara Tambah Anggaran?
Dunia - 26 April 2026, 11:05