Pasukan AS Siap Perang Lagi jika Iran Tak Setujui Kesepakatan Damai, Ancam soal Blokade & Pengeboman - Tribunnews
Pasukan AS Siap Perang Lagi jika Iran Tak Setujui Kesepakatan Damai, Ancam soal Blokade & Pengeboman
AS siap untuk segera memulai kembali operasi tempur jika Iran tidak menyetujui kesepakatan perdamaian.
Ringkasan Berita:
- Pasukan militer AS memberlakukan blokade terhadap semua kapal yang berupaya masuk atau keluar Iran.
- AS siap untuk segera memulai kembali operasi tempur jika Iran tidak menyetujui kesepakatan perdamaian.
- Pemerintahan Trump menyatakan optimisme tentang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah siap untuk segera memulai kembali operasi tempur jika Iran tidak menyetujui kesepakatan perdamaian.
Hal ini disampaikan para pejabat militer senior AS pada Kamis (16/4/2026).
Sebagai bagian dari kampanye untuk menekan Teheran agar menandatangani perjanjian, pasukan militer AS memberlakukan blokade terhadap semua kapal yang berupaya masuk atau keluar Iran.
“Iran, Anda dapat memilih masa depan yang makmur, jembatan emas, dan kami berharap Anda melakukannya untuk rakyat Iran,” kata Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam sebuah pengarahan di Pentagon, dilansir Al Arabiya.
“Namun jika Iran membuat pilihan yang buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi," tegasnya.
Pada Rabu (15/4/2026), pemerintahan Trump menyatakan optimisme tentang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran, sekaligus memperingatkan akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika tetap menentang.
Hegseth, yang berbicara kepada para pemimpin Iran, mengatakan, “ini bukan pertarungan yang adil, dan kami tahu aset militer apa yang Anda pindahkan dan ke mana Anda memindahkannya.”
Senada, Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan pasukan AS "siap untuk melanjutkan operasi tempur besar dalam waktu singkat."
"Kapal-kapal Angkatan Laut AS akan mengejar kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran," katanya dalam pengarahan tersebut.
Kapal-kapal yang mencoba menerobos blokade akan dicegat dan diperingatkan bahwa “Jika Anda tidak mematuhi blokade ini, kami akan menggunakan kekerasan.”
"Penegakan hukum akan terjadi di dalam perairan teritorial Iran dan di perairan internasional," tambahnya.
Sebanyak 13 kapal memilih untuk berbalik arah daripada menerobos blokade, kata Caine, menambahkan bahwa belum ada kapal yang dinaiki sejauh ini.
Baca juga: Perundingan Oman Sempat Beri Harapan Damai, Pengamat: Serangan AS Picu Ketidakpercayaan Iran
Peran Mediasi Pakistan
Para pejabat Pakistan mengharapkan "terobosan besar" dalam pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat mengenai program nuklir Teheran, demikian sumber-sumber mengatakan kepada Al Jazeera.
Harapan ini seiring Islamabad meningkatkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang.
Optimisme pada hari Rabu muncul ketika delegasi tingkat tinggi Pakistan, yang dipimpin oleh Kepala Angkatan Darat Asim Munir, tiba di Teheran untuk menyampaikan pesan dari AS kepada kepemimpinan Iran, menurut stasiun televisi Press TV Iran.
Ia diterima oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang menyampaikan rasa terima kasih atas "keramahan Pakistan dalam menyelenggarakan dialog".

Menurut Press TV, Munir juga berupaya meletakkan dasar untuk putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran.
Osama Bin Javaid dari Al Jazeera, yang telah meliput pembicaraan AS-Iran, mengatakan bahwa para pejabat Pakistan mengharapkan "terobosan besar di bidang nuklir" dan bahwa para delegasi terus menyampaikan pesan bolak-balik antara Washington dan Teheran.
Poin utama yang menjadi kendala tetaplah durasi pembekuan pengayaan uranium oleh Iran dan persediaan uranium yang sangat diperkaya sebanyak 440 kilogram yang dimiliki negara tersebut.
“Kita tahu bahwa kedua belah pihak pada dasarnya terjebak di antara lima tahun tanpa pengayaan hingga 20 tahun tanpa pengayaan. Dan ada solusi di tengah-tengahnya,” kata Bin Javaid.
“Ada juga pembicaraan tentang apa yang akan dilakukan Iran dengan 440 kg material yang diperkaya nuklir yang dimilikinya di negara itu. Ada beberapa pilihan – apakah mengirimkannya ke luar negeri kepada pihak ketiga atau menurunkannya menjadi uranium dalam bentuk aslinya atau hingga 3 persen,” katanya.
“Menurut sumber-sumber ini, telah ada kemajuan besar yang dicapai, dan mereka berharap pihak Pakistan akan mampu meyakinkan Teheran,” tambahnya.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Donald-Trump-mengancam-Iran-OK.jpg)