0
News
    Home Berita Featured OPEC OPEC+ Spesial UEA

    Langkah Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC dan OPEC+, Apa Alasannya? - SindoNews

    10 min read

     

    Langkah Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC dan OPEC+, Apa Alasannya?


    Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks HI-LITE More SINDOscope More MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel Live TV RCTI GTV MNCTV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin

    Selasa, 28 April 2026 - 21:30 WIB

    Logo OPEC terlihat di gedung. Foto/anadolu

    A A A

    DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah keluar dari OPEC dan OPEC+. Langkah ini memberikan pukulan berat bagi kelompok pengekspor minyak dan pemimpin de facto mereka, Arab Saudi, pada saat perang Iran telah menyebabkan guncangan energi bersejarah dan mengganggu perekonomian global.

    Produsen Teluk OPEC telah berjuang mengirimkan ekspor melalui Selat Hormuz, jalur sempit antara Iran dan Oman yang biasanya dilewati seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, karena ancaman dan serangan Iran terhadap kapal.

    Langkah ini diambil setelah UEA, pusat bisnis regional dan salah satu sekutu terpenting Washington, mengkritik negara-negara Arab lainnya karena tidak cukup melindungi UEA dari berbagai serangan Iran selama perang.

    OPEC, yang didirikan pada tahun 1960, adalah salah satu pemain paling kuat dalam pasokan minyak global, karena organisasi ini memproduksi lebih dari sepertiga pasokan minyak global.

    Seperti yang telah kami laporkan, UEA akan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ mulai 1 Mei.

    “Keputusan ini sejalan dengan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta pengembangan sektor energinya, termasuk mempercepat investasi dalam produksi energi domestik. Hal ini juga memperkuat komitmen UEA terhadap perannya sebagai produsen yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan yang mengantisipasi masa depan pasar energi global,” lapor kantor berita negara UEA, WAM.

    Ditambahkan bahwa, “Keputusan tersebut juga didorong kepentingan nasional dan komitmen negara untuk secara aktif berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mendesak pasar, terutama mengingat volatilitas geopolitik yang sedang berlangsung dalam jangka pendek, yang berasal dari gangguan di Teluk Arab dan Selat Hormuz, yang berdampak pada dinamika pasokan.”

    Baca juga: Menlu Iran Sangkal Trump Punya Semua Kartu

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Qatar, UEA, dan Israel...

      Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Eks Bos Mossad Malu...

      Langkah Mengejutkan!...

      IATA Peringatkan Krisis...

      Serangan Iran Akibatkan...

      Putin: Rusia akan Dukung...

      Wapres AS Vance Blokir...

      Komentar
      Additional JS