Israel Datangkan Ratusan Suku India Yahudi, Migrasi Gusur Warga Lokal Palestina Berkedok Agama? - Republika
Israel Datangkan Ratusan Suku India Yahudi, Migrasi Gusur Warga Lokal Palestina Berkedok Agama?
X Israel datangkan imigran dari Bnei Menashe India.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Media Israel mendokumentasikan kedatangan puluhan imigran dari suku India ke Israel melalui Bandara Ben Gurion, dalam penerbangan yang diberi nama "Sayap Fajar".
Kementerian Imigrasi dan Asimilasi Israel, dalam sebuah postingan di laman X, mengatakan 240 imigran dari suku Bnei Menashe di timur laut India telah tiba di Israel, dalam penerbangan yang digambarkannya sebagai pendaratan khusus dan mengesankan.
Sponsored
Dikutip dari Aljazeera, Senin (27/4/2026), situs web berbahasa Ibrani "Walla" melaporkan perjalanan ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Kementerian Imigrasi dan Badan Yahudi.
Kementerian menyebutkan para imigran baru tersebut akan tinggal di kota "Nof HaGalil" di bagian utara Israel.
Adegan kedatangan para migran dari suku Bnei Menashe ke Israel memicu gelombang kemarahan yang luas di media sosial.
Ini muncul di tengah beragamnya reaksi yang berkisar dari kritik tajam terhadap proyek imigrasi Israel hingga keraguan terhadap dimensi demografis dan politiknya.
Para pengguna Twitter mengatakan apa yang sedang terjadi merupakan "impor manusia dengan kedok agama.
Mereka menilai bahwa melalui langkah-langkah ini, pihak pendudukan berusaha melaksanakan rencana yang bertujuan untuk memperkuat keseimbangan demografis dan memperluas pemukiman dengan mendatangkan ribuan imigran dari India.
Mereka menambahkan, 240 imigran telah tiba dalam gelombang pertama sebagai bagian dari rencana yang lebih luas yang bertujuan mendatangkan ribuan imigran lainnya dalam beberapa tahun mendatang.
Halaman 2 / 3
Yang lain menyebutkan kedatangan ini merupakan bagian dari program pemerintah Israel.
Menteri Imigrasi dan Integrasi Ofer Sofer menyambut para imigran baru tersebut, sebagai bagian dari upaya yang—menurut perkiraan mereka—bertujuan untuk mendatangkan sekitar 4.600 orang dari suku tersebut hingga 2030.
Seorang aktivis menulis entitas tersebut mendatangkan 240 imigran dari India dengan dalih sebagai Yahudi Bnei Menashe untuk menempatkan mereka di wilayah Palestina yang diduduki.
“Hal itu berarti menggantikan penduduk asli dengan pemukim baru," tulis aktivis tersebut.
Seorang pengguna Twitter lainnya menulis, "Bayangkan jika pemukim ini mengusir pemilik tanah Palestina itu."
Di sisi lain, para blogger mencatat bahwa rencana Israel tersebut mencakup rencana untuk mendatangkan sekitar 1.200 imigran setiap tahun dari suku tersebut, hingga mencapai sekitar 6.000 orang pada 2030.
Hal ini sebagai bagian dari kebijakan yang bertujuan untuk memperluas pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki.
Halaman 3 / 3
Sebagian orang lain juga meragukan latar belakang agama para imigran tersebut. Mereka secara historis bukanlah orang Yahudi melainkan baru memeluk agama Yahudi sekitar satu abad yang lalu.
Ini berdasarkan kisah-kisah yang disebarkan oleh para misionaris, yang menyatakan kemungkinan bahwa mereka merupakan bagian dari salah satu suku yang hilang.
Para pengamat berpendapat bahwa langkah-langkah ini mencerminkan, menurut mereka, kebijakan yang didasarkan pada perekrutan imigran untuk memperkuat kehadiran pemukiman di berbagai wilayah.
Termasuk wilayah perbatasan, kawasan sekitar Gaza, dan Gurun Negev, dengan kemudian mempekerjakan mereka dalam dinas militer.
Kementerian Imigrasi dan Integrasi Israel telah mengumumkan kedatangan 240 imigran dari kelompok Bnei Menashe yang berasal dari negara bagian Mizoram dan Manipur di timur laut India.
Ini sebagai bagian dari program yang lebih luas yang bertujuan untuk memindahkan ribuan anggota komunitas ini dalam beberapa tahun mendatang.
Berita Terkait
Militer, Finansial, dan Demografi Israel Amburadul
Internasional - 02 January 2025, 13:00