Iran Serang Fasilitas Gas UEA dan Kilang Kuwait, Puing Intersepsi Picu Kebakaran dan Korban Jiwa - Tribunnews
Iran Serang Fasilitas Gas UEA dan Kilang Kuwait, Puing Intersepsi Picu Kebakaran dan Korban Jiwa
Serangan Iran ke fasilitas energi UEA dan Kuwait picu kebakaran akibat puing intersepsi, satu tewas, operasi lumpuh.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran kembali menghantam fasilitas energi strategis di kawasan Teluk.
Serangan Iran menargetkan fasilitas gas di Uni Emirat Arab (UEA) dan kilang minyak di Kuwait pada Jumat (3/4/2026).
Al Jazeera melaporkan, insiden di UEA terjadi di fasilitas gas Habshan, Abu Dhabi, setelah sistem pertahanan udara berhasil mencegat serangan.
Puing-puing dari rudal dan drone yang dihancurkan di udara jatuh ke area fasilitas dan memicu dua titik kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan tewas. Korban merupakan warga negara Mesir yang meninggal saat proses evakuasi.
Selain itu, empat orang lainnya mengalami luka ringan, terdiri dari dua warga Pakistan dan dua warga Mesir.
Kantor Media Abu Dhabi menyatakan, fasilitas Habshan—yang merupakan kompleks pengolahan gas terbesar di UEA—mengalami kerusakan signifikan.
Proses penilaian dampak masih berlangsung, sementara operasional fasilitas dihentikan sementara untuk penanganan darurat.
Selain di Habshan, insiden akibat puing intersepsi juga dilaporkan terjadi di wilayah Ajban.
Baca juga: Harga 2 Pesawat Tempur AS yang Ditembak Iran, Jet F-15E Strike Eagle dan A-10 Thunderbolt II
Sejumlah warga mengalami luka-luka, termasuk pekerja asing, setelah material jatuh dari udara menyusul pencegatan serangan.
Al Jazeera juga mencatat, dalam 24 jam sebelum insiden, Iran meluncurkan setidaknya 18 rudal balistik, empat rudal jelajah, serta 47 drone ke wilayah UEA.
Intensitas ini menjadikannya salah satu gelombang serangan terbesar sejak konflik meningkat di kawasan.
Di waktu yang hampir bersamaan, Bloomberg melaporkan kilang minyak Mina Al-Ahmadi di Kuwait turut menjadi sasaran serangan drone Iran.
Serangan tersebut, memicu kebakaran di beberapa unit operasional di kilang yang berkapasitas sekitar 346.000 barel per hari itu.
Kuwait Petroleum Corporation (KPC) memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, kebakaran sempat mengganggu operasional sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim tanggap darurat.
Serangan ini merupakan yang kedua terhadap kilang Mina Al-Ahmadi sejak Maret, menandakan meningkatnya intensitas target terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Bloomberg juga melaporkan bahwa fasilitas Habshan di UEA terpaksa menghentikan operasional untuk kedua kalinya sejak perang dimulai.
Eskalasi ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang pecah sejak 28 Februari.
Baca juga: Fasilitas Desalinasi Air di Kuwait Rusak Dihantam Serangan Rudal Iran
Sejak itu, Iran meningkatkan serangan balasan ke berbagai target di Timur Tengah, termasuk fasilitas energi dan wilayah sipil di negara-negara Teluk.
Situasi ini semakin memperburuk kekhawatiran global, terutama setelah Iran secara efektif mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Gangguan terhadap fasilitas energi utama di UEA dan Kuwait diperkirakan akan memberi tekanan tambahan pada pasar energi global, di tengah meningkatnya risiko krisis pasokan dan ketidakstabilan kawasan.
Pihak berwenang di UEA dan Kuwait mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi, di tengah derasnya arus informasi terkait serangan yang terus berkembang.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)