Iran Ajukan Kerangka Kerja yang Bisa Diterapkan untuk Akhiri Perang - Sindonews
Iran Ajukan Kerangka Kerja yang Bisa Diterapkan untuk Akhiri Perang
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Minggu, 26 April 2026 - 17:19 WIB
Iran ajukan kerangka kerja yang bisa diterapkan untuk akhiri perang. Foto/X/CENTCOM
A A A
TEHERAN - Iran berbagi “kerangka kerja yang dapat diterapkan” dengan Pakistan Bertujuan untuk mengakhiri perang AS secara permanen. Itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, seperti dilaporkan Anadolu.
Dalam sebuah unggahan di perusahaan media sosial AS X setelah kunjungan ke Pakistan, Araghchi mengatakan diskusi difokuskan pada upaya untuk memulihkan stabilitas di kawasan dan mengakhiri konflik.
“Kami berbagi posisi Iran mengenai kerangka kerja yang dapat diterapkan untuk mengakhiri perang terhadap Iran secara permanen,” katanya, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Araghchi menggambarkan perjalanan itu sebagai “sangat bermanfaat,” memuji peran Pakistan dalam memfasilitasi dialog dan “upaya persaudaraan” untuk membantu membawa perdamaian kembali ke kawasan tersebut.
Ia juga menyatakan skeptisisme tentang niat Washington.
“Belum melihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi,” katanya.
Pakistan telah bertindak sebagai perantara antara Teheran dan Washington di tengah ketegangan yang sedang berlangsung setelah eskalasi militer baru-baru ini.
Araghchi tiba di Pakistan pada Jumat malam dan bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad pada hari Sabtu, di tengah upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian yang terhenti antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang delapan minggu mereka. Ia juga akan melakukan perjalanan ke Muscat dan Moskow.
Putaran pertama diadakan di Islamabad dua minggu lalu tetapi gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari dan melanda seluruh Timur Tengah. Pembicaraan tersebut dilakukan setelah Pakistan menengahi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu mengatakan bahwa ia telah membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Pakistan oleh utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner.
“Saya sudah memberi tahu orang-orang saya beberapa waktu lalu bahwa mereka akan segera pergi, dan saya berkata, ‘Tidak, kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam untuk pergi ke sana. Kita punya semua kartu. Mereka bisa menghubungi kita kapan saja, tetapi kalian tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk dan membicarakan hal-hal yang tidak penting’,” kata Trump kepada Fox News melalui telepon.
Iran menolak untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan AS dan mengatakan bahwa pengamatan akan disampaikan kepada Pakistan.
6 Poin Perbedaan Perundingan AS dan Iran
1. Program nuklir Iran
AS ingin Iran menghentikan program nuklirnya sepenuhnya, tetapi Teheran mengatakan bahwa pembatasan semacam itu harus untuk jangka waktu terbatas.
2. Persediaan uranium Iran
Trump mengatakan AS ingin mengambil alih persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran sebanyak 400 kg (880 lbs). Teheran telah menolak permintaan tersebut.
3. Selat Hormuz
Iran bersikeras akan mempertahankan pembatasan pengiriman di jalur air tersebut sampai AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Namun Trump mengatakan blokade akan tetap berlaku sampai kesepakatan tercapai.
4. Aset yang dibekukan
Para pejabat Iran menuntut pencabutan sanksi dan pencairan aset senilai $20 miliar sebagai bagian dari kesepakatan yang langgeng.
5. Ganti rugi perang
Iran juga menuntut kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS dan Israel, yang berjumlah sekitar USD270 miliar.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Terpopuler
1
2
3
4
5





