India Borong Minyak Iran, Balasannya Lewat Selat Hormuz Aman-aman Aja - detik
India Borong Minyak Iran, Balasannya Lewat Selat Hormuz Aman-aman Aja.
India kembali membeli minyak dan gas dari Iran setelah sempat tujuh tahun terhenti. Langkah ini dilakukan di tengah gangguan pasokan dan lonjakan harga energi akibat perang yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Sebenarnya, India tidak hanya impor minyak dan gas dari Iran. Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India mengatakan kilang-kilang minyak India telah mengamankan pasokan minyak mentah dari lebih dari 40 negara, termasuk Iran, di tengah gangguan yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa sebuah kapal yang membawa 44.000 metrik ton gas minyak cair (LPG) Iran telah berlabuh di pelabuhan India selatan.
Penasihat Asia Selatan di Teneo, Arpit Chaturvedi menilai langkah India membeli minyak dan gas kembali dari ran menandakan bahwa India tidak berniat memihak dalam konflik tersebut.
Sebagai balasannya, India meminta Iran memastikan jalur aman bagi kapal-kapalnya melalui Selat Hormuz.
"Ini adalah mekanisme membangun kepercayaan dengan Teheran," ujar Arpit dikutip dari CNBC, Selasa (7/4/2026).
India, importir minyak terbesar ketiga di dunia dan konsumen LPG terbesar kedua , sangat bergantung pada pasokan yang melewati Selat Hormuz. Sekitar 50% minyak mentah dan sebagian besar LPG-nya melewati jalur air strategis tersebut.
"India membeli minyak dari Iran setelah mendapat pengecualian dari AS yang mengizinkan pembelian minyak mentah Iran," kata Amitendu Palit, peneliti senior dan kepala penelitian di Institut Studi Asia Selatan.
Palit menambahkan bahwa impor di masa mendatang akan bergantung pada apakah sanksi terhadap minyak Iran diberlakukan kembali dan bagaimana situasi geopolitik regional berkembang.
Sementara itu, 17 kapal berbendera India sedang menunggu izin untuk melewati selat tersebut, dan tujuh di antaranya telah melintasi jalur tersebut dalam beberapa pekan terakhir setelah adanya keterlibatan diplomatik dengan Teheran. Langkah ini menunjukkan bahwa India menetapkan batasan yang jelas dalam hubungannya dengan AS.
"Asumsi bahwa AS adalah mitra yang dapat diandalkan di saat krisis telah diuji berulang kali," kata Reema Bhattacharya, kepala penelitian Asia di Verisk Maplecroft.
Simak juga Video 'Jurus China Tetap Tenang Meski Selat Hormuz Ditutup':
(hrp/hns)