0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Spesial Zionis

    Gencatan Senjata AS-Iran Baru Dimulai, Zionis Israel Sudah Serang Lagi Lebanon Tewaskan 254 Orang - Inilah

    3 min read

     

    Gencatan Senjata AS-Iran Baru Dimulai, Zionis Israel Sudah Serang Lagi Lebanon Tewaskan 254 Orang

    Asap membumbung di atas kawasan permukiman setelah serangan Zionis Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). (Foto: Houssam Shbaro/ Anadolu)

    KecilBesar

    Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran di daerah Dahiyeh, sebelah selatan Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). Serangan ini dilancarkan di tengah kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dengan Iran selama dua pekan yang baru saja dimulai.

    Dilansir dari Anadolu, Kamis (9/4/2026), ledakan keras terdengar dan asap mengepul dari area yang menjadi sasaran serangan Israel. Tentara Zionis Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.

    Serangan pada Rabu tercatat sebagai "gelombang terbesar" sejak pecahnya konflik antara Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, pada 2 Maret lalu. Jumlah korban tewas akibat serangan Israel sedikitnya dilaporkan 254, termasuk 92 di Beirut.

    "Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Lebanon, agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan selatan," kata Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine kepada Al Jazeera.

    Gencatan Senjata AS-Iran

    Serangan-serangan militer Zionis tersebut terjadi setelah Iran dan AS, Selasa (7/4/2026), mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan guna membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak akhir Februari lalu.

    Konflik terbaru di Timur Tengah itu tidak hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berakibat pada gangguan penerbangan internasional serta memicu krisis energi global dengan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, yang dikendalikan oleh Iran sebagai tindakan balasan atas serangan AS-Israel.

     

     

     


    Komentar
    Additional JS