0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional F-15 FBI Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Eks Pasukan Khusus Pembocor Info Jet F-15 Dirudal Iran Ditangkap FBI - Beritasatu

    3 min read

     

    Eks Pasukan Khusus Pembocor Info Jet F-15 Dirudal Iran Ditangkap FBI

    Direktur FBI yang baru Kash Patel. (The Crypto News)

    Washington, Beritasatu.com - Biro Investigasi Federal (FBI) menangkap seorang mantan anggota pasukan khusus Amerika Serikat terkait dugaan kebocoran informasi sensitif mengenai jatuhnya pesawat tempur F-15E di Iran.

    Direktur FBI Kash Patel, Kamis (9/4/2026) mengungkapkan tersangka merupakan mantan personel Komando Operasi Khusus AS (SOCOM) yang sebelumnya terlibat dalam operasi militer tingkat tinggi. Namun, identitas tersangka belum dipublikasikan.

    Pesawat tempur multiperan F-15E dilaporkan ditembak jatuh di wilayah Iran pada 3 April. Informasi tersebut awalnya tidak diumumkan oleh Departemen Pertahanan AS, hingga kemudian muncul dalam laporan sejumlah media, termasuk The New York Times, yang mengutip pejabat anonim.

    Dalam laporan tersebut disebutkan satu pilot berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya sempat dinyatakan hilang di wilayah Iran.

    Pemerintah AS selama lebih dari dua hari menolak mengonfirmasi insiden tersebut, meski laporan dari media dan pihak Iran terus bermunculan.

    Presiden Donald Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 6 April menyatakan pemerintah tengah memburu pihak yang membocorkan informasi tersebut. Ia bahkan memperingatkan kemungkinan sanksi hukum bagi pelaku, termasuk jurnalis yang dianggap membahayakan keamanan nasional.

    Trump menilai kebocoran tersebut memperumit operasi penyelamatan dan membahayakan nyawa pilot.

    “Ketika informasi itu bocor, seluruh Iran tahu ada seorang pilot di suatu tempat di wilayah mereka. Operasi menjadi jauh lebih rumit,” ujarnya.

    Operasi penyelamatan pilot F-15E disebut sebagai salah satu misi pencarian dan evakuasi paling kompleks dalam sejarah militer AS. Operasi ini melibatkan ratusan personel, pasukan khusus, serta puluhan pesawat.

    Dalam prosesnya, militer AS melakukan serangan udara intensif untuk menghalau pasukan Iran yang berusaha mendekati lokasi persembunyian pilot di wilayah pegunungan Isfahan.

    Setelah pilot berhasil dievakuasi, pasukan AS menghadapi kendala saat dua pesawat angkut MC-130J mengalami kerusakan dan tidak dapat lepas landas. Hal ini memaksa pengerahan pesawat cadangan dan penghancuran sejumlah aset militer untuk mencegah jatuh ke tangan Iran.

    Pentagon menyatakan tidak ada korban jiwa dalam operasi tersebut, namun mengakui adanya kerugian signifikan pada peralatan militer.

    Laporan Reuters menyebut pasukan khusus AS menghancurkan enam pesawat, termasuk dua MC-130J dan empat helikopter. Sementara itu, militer Iran mengklaim telah menembak jatuh sejumlah aset udara AS selama operasi berlangsung.

    Direktur FBI juga mengeluarkan peringatan keras terhadap potensi kebocoran informasi di masa mendatang.

    “Anggap ini sebagai pesan bagi mereka yang mungkin membocorkan informasi. Kami sedang menyelidiki, dan kami akan menangkap Anda. FBI tidak akan mentolerir mereka yang berusaha mengkhianati negara dan membahayakan warga Amerika,” tegas Patel.


    Komentar
    Additional JS