Benarkah Persediaan Amunisi AS Benar-Benar Habis Akibat Perang Iran atau Hanya Cara Tambah Anggaran? - Republika
Benarkah Persediaan Amunisi AS Benar-Benar Habis Akibat Perang Iran atau Hanya Cara Tambah Anggaran?
AS hadapi krisis amunisi selama Perang Ukraina hingga Iran.
X/CENTCOM Potret peluncuran rudal High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) untuk menyerang Iran yang dilansir CENTCOM AS. Peluncuran itu dari wilayah yang diduga di salah satu negara Teluk.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Selama beberapa bulan terakhir, media Amerika Serikat dipenuhi peringatan mengenai penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam persediaan amunisi strategis akibat perang melawan Iran.
Laporan-laporan ini didasarkan pada konsumsi sangat besar dari sistem-sistem vital seperti rudal "THAAD" dan "Tomahawk"
Sponsored
Hal ini memicu kekhawatiran mengenai kemampuan Washington menghadapi krisis paralel yang mungkin terjadi dengan China.
Meskipun Gedung Putih dan Pentagon segera membantah adanya kesenjangan dalam kemampuan dan menegaskan kesiapan persenjataan, kontradiksi ini menempatkan para pengamat di hadapan dua kemungkinan.
Entah ada kesenjangan militer nyata yang telah berlangsung bertahun-tahun dan memaksa Washington menyesuaikan rencana darurat pertahanan terhadap Taiwan—yang mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki—atau bahwa bocornya angka-angka sensitif ini sengaja dimanfaatkan untuk menciptakan situasi mendesak yang membenarkan permintaan anggaran pertahanan bersejarah.
Terlepas dari seberapa akurat angka-angka ini, perdebatan tersebut membuka peluang untuk pendekatan lebih mendalam dalam melihat struktur tersembunyi dari pendanaan pertahanan AS, khususnya yang dikenal sebagai "anggaran hitam".
Apa itu anggaran hitam?
Istilah "anggaran hitam" merujuk pada bagian dari pengeluaran pemerintah yang dialokasikan untuk program intelijen dan operasi militer yang diklasifikasikan sebagai sangat rahasia, yang detailnya sepenuhnya disembunyikan dari publik.
Halaman 2 / 5
Meskipun merupakan istilah tidak resmi, istilah ini mewakili dana yang nyata dan sangat besar. Pada tahun fiskal 2026, pemerintah AS meminta sekitar 115,5 miliar dolar AS untuk mendanai intelijen rahasia saja, yang dibagi ke dalam dua kategori utama.
Transparansi versus keamanan nasional
Profesor Hukum Robert Turner, dalam kesaksiannya di hadapan Kongres, menjelaskan bahwa para pendiri Amerika Serikat menyadari sejak dini potensi konflik antara transparansi demokrasi dan tuntutan keamanan nasional.
Oleh karena itu, Kongres pertama menyetujui dana darurat bagi Presiden George Washington tanpa mewajibkannya untuk menyerahkan laporan keuangan terperinci.
Pendekatan yang sama yang diikuti oleh Presiden AS keempat, James Madison, untuk mendanai operasi luar negeri rahasia.
Seiring dengan perkembangan negara, praktik historis ini dituangkan ke dalam undang-undang yang berlaku, terutama Undang-Undang Badan Intelijen Pusat tahun 1949.
Undang-undang ini memberikan wewenang kepada Direktur Badan untuk menghabiskan dana rahasia hanya berdasarkan tanda tangannya sendiri, tanpa kewajiban untuk menyerahkan bukti pembayaran atau tunduk pada audit publik.
Halaman 3 / 5
Imunitas ini telah berulang kali dikukuhkan oleh pengadilan Amerika Serikat melalui penolakan terhadap gugatan hukum yang menuntut pembukaan catatan tersebut.
Bagaimana cara menyembunyikan miliaran dolar?
Secara praktis, Washington tidak memiliki "kas gelap" terpisah, melainkan mengandalkan struktur keuangan rumit yang didasarkan pada pemisahan dan penyamaran.
Menurut laporan "Layanan Penelitian Kongres" (CRS), anggaran intelijen terbagi menjadi dua jalur utama yaitu Program Nasional (NIP) yang berkaitan dengan rencana strategis besar lembaga-lembaga seperti CIA, dan Program Militer (MIP) yang diperuntukkan bagi dukungan taktis.
Untuk mengalirkan dana ini tanpa menarik perhatian, dana tersebut disisipkan ke dalam anggaran kementerian lain, terutama Departemen Pertahanan.
Menurut majalah "Wired", proyek-proyek rahasia dimasukkan ke dalam pos pengeluaran yang tampak rutin, atau diberi nama sandi yang samar (seperti rangkaian proyek TRACTOR).
Dengan demikian membuat tugas pengamat eksternal dalam melacak aliran dana dan menghubungkannya dengan program aslinya menjadi sangat sulit.
Tingkat kerahasiaan meningkat hingga mencapai puncaknya dalam apa yang dikenal sebagai Program Akses Khusus (SAPs).
Halaman 4 / 5
Di sini, Program yang Dikecualikan (Waived SAPs) menonjol sebagai lingkaran paling tertutup.
Program-program ini dikecualikan dari persyaratan pemberitahuan parlemen yang biasa dan informasi mengenai detailnya dapat dibatasi pada lingkaran sangat sempit mencakup pimpinan tertentu di Kongres.
Washington membenarkan kerahasiaan keuangan ini dengan dalih keamanan sederhana, seperti dijelaskan oleh Profesor Robert Turner.
Intinya, badan intelijen musuh memantau anggaran Pentagon dengan cermat untuk mengetahui langkah-langkah Washington.
Dan jika tiba-tiba muncul dana besar untuk mendanai program tertentu, lonjakan keuangan ini akan menarik perhatian musuh, dan langsung mengungkap kepada mereka bahwa Amerika sedang mengembangkan senjata rahasia baru.
Oleh karena itu, penyembunyian dana ini mencegah musuh melacak langkah-langkah tersebut.
Kejutan Snowden
Untuk memahami seberapa besar yang dapat disembunyikan oleh anggaran-anggaran ini di luar pengawasan, cukup kembali pada 2013 lalu.
Halaman 5 / 5
Pada tahun itu, seorang mantan kontraktor intelijen AS bernama Edward Snowden membocorkan dokumen-dokumen rahasia tingkat tinggi ke surat kabar The Washington Post.
Bocoran tersebut menimbulkan kejutan besar, karena untuk pertama kalinya mengungkapkan kepada dunia, dengan angka-angka, bagaimana puluhan miliar dolar dari "anggaran gelap" dihabiskan untuk mendanai jaringan mata-mata global dan program serangan di dunia maya.
Bocoran Snowden menunjukkan bahwa program-program besar ini tidak tunduk pada pengawasan publik yang sesungguhnya dan pembahasan rinci mengenai program-program tersebut terbatas pada sidang tertutup dengan sejumlah kecil anggota Kongres.
Berdasarkan preseden tersebut, retorika kehabisan rudal yang marak saat ini dapat dipahami sebagai lebih dari sekadar deskripsi militer.
Sementara Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) memperingatkan bahwa amunisi yang digunakan di Iran telah menghabiskan dua pertiga rudal "Patriot" dan lebih dari 80 persen rudal "THAAD".
Angka-angka ini dapat menjadi alasan terkuat untuk meyakinkan Kongres agar menyetujui anggaran pertahanan bersejarah sebesar 1,5 triliun dollar.
Banyak sumber menegaskan bahwa krisis amunisi ini nyata, setelah habis terpakai secara parah di Ukraina dan perang melawan Iran, di tengah keraguan luas di kalangan pengambil keputusan AS mengenai kemampuan pabrik-pabrik untuk menggantinya dalam waktu dekat.
Dan dalam angka fantastis yang diumumkan secara terbuka ini (1,5 triliun dolar AS), terdapat ruang untuk mengalokasikan miliaran dolar tambahan bagi program-program intelijen rahasia di bawah pos-pos penyamaran yang biasa.
Hal ini sejalan dengan alokasi anggaran luar biasa dan terbuka bagi perusahaan-perusahaan senjata besar seperti "Lockheed Martin" dan "RTX" guna mempercepat produksi amunisi.
Berita Terkait
Penasihat Jerman: Iran Lebih Kuat dari Dugaan Semua Orang, Sedangkan AS Menuju Jurang Kehinaan
Dunia - 2 jam yang lalu
Bos IEA Ungkap Perang Iran Bikin Dunia Makin Tinggalkan Minyak, Percepat Adopsi Nukir dan EBT
Energi - 26 April 2026, 18:06
Setelah Perangi Iran, Apakah AS Mampu Lindungi Taiwan Jika China Menyerang?
Dunia - 24 April 2026, 20:38
Dunia Menuju Multipolar, Local Currency Transaction Bisa Tahan Pelemahan Rupiah?
Finansial - 24 April 2026, 16:58
Trump Tegaskan tak Gunakan Bom Nuklir untuk Hancurkan Iran, Ini Alasannya
Nasional News - 24 April 2026, 16:35