0
News
    Home Amerika Serikat Arab Saudi Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Arab Saudi Desak AS Kembali ke Perundingan Iran saat Rute Minyak Lainnya Terancam - SindoNews

    3 min read

     

    Arab Saudi Desak AS Kembali ke Perundingan Iran saat Rute Minyak Lainnya Terancam


    Selasa, 14 April 2026 - 17:15 WIB


    Kapal berada di perairan dekat Selat Hormuz. Foto/anadolu

    RIYADH - Para pejabat Arab Saudi memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa langkahnya untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran setelah negosiasi yang gagal dapat menjadi bumerang, memicu gangguan energi global yang lebih luas.

    Trump bertujuan menekan Iran agar melonggarkan cengkeramannya atas Selat Hormuz, tetapi para pejabat Saudi dilaporkan secara aktif mendesak AS untuk kembali bernegosiasi dengan Iran karena kekhawatiran bahwa Bab al-Mandeb — yang menangani sekitar 10% pengiriman minyak mentah dan gas alam cair global — juga dapat terancam.

    Kerajaan tersebut berhasil mempertahankan ekspor minyak mendekati tingkat pra-konflik dengan mengalihkan minyak mentah melalui wilayahnya ke pelabuhan Laut Merah, melewati Selat Hormuz.

    Tetapi rute alternatif itu akan menjadi rentan, menempatkan sebagian besar ekspor Saudi dalam risiko, karena Iran telah memberi sinyal bahwa jika aliran minyaknya sendiri dibatasi, mereka dapat membalas dengan mengganggu jalur pelayaran utama lainnya.

    Potensi pengaruh Iran terletak pada aliansi regionalnya, terutama dengan pasukan Houthi di Yaman, yang menguasai wilayah di dekat Bab al-Mandeb.

    Kelompok-kelompok ini sebelumnya telah menunjukkan kemampuan mereka untuk mengganggu lalu lintas maritim melalui serangan rudal dan drone dan secara luas dipandang sebagai cadangan strategis yang dapat diaktifkan Iran jika ketegangan meningkat lebih lanjut.

    Selain gangguan fisik, efek domino pada pasar global berpotensi meningkatkan biaya asuransi, memaksa kapal mengubah rute, dan menciptakan penundaan pasokan — yang semuanya dapat mendorong harga energi lebih tinggi.

    Baca juga: Inti Perselisihan: AS Tuntut Iran Bekukan Pengayaan Uranium 20 Tahun, Teheran Maunya 5 Tahun

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Balas Netanyahu, Pejabat...

    Balas Netanyahu, Pejabat Arab Saudi: Pindahkan Israel ke Alaska

    Komentar
    Additional JS