0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Spesial

    Amunisi Menipis karena Perang, AS Minta Produsen Mobil Bikin Senjata - detik

    6 min read

     

    Amunisi Menipis karena Perang, AS Minta Produsen Mobil Bikin Senjata

    Pentagon, markas besar Departemen Pertahanan AS (dok. AP Photo/File)
    Washington DC -

    Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mendekati para produsen mobil dan manufaktur lainnya di AS untuk membantu meningkatkan produksi senjata. Hal ini saat AS, bersama sekutunya Israel, terlibat perang melawan Iran sejak akhir Februari lalu.

    Informasi tersebut, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Jumat (17/4/2026), diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), dalam laporan terbarunya pada Rabu (15/4), yang mengutip sejumlah sumber yang memahami situasi terkini.

    Para pejabat Pentagon, sebut laporan WSJ, telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah produsen mobil besar di AS, termasuk General Motors dan Ford Motor, dan sejumlah manufaktur lainnya dalam upaya mengisi kembali persediaan amunisi yang berkurang.

    WSJ melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump menginginkan para produsen mobil untuk secara khusus memainkan peran yang lebih besar dalam produksi militer. Pembicaraan soal hal ini disebut telah dimulai sebelum perang melawan Iran berkecamuk.

    Dalam konteks ini, para pejabat Pentagon telah melakukan pertemuan dengan para pejabat eksekutif senior dalam industri otomotif AS, termasuk CEO General Motors Mary Barra dan CEO Ford Motor Jim Farley.

    GE Aerospace dan produsen kendaraan serta mesin, Oshkosh, termasuk di antara perusahaan yang terlibat dalam pembicaraan dengan para pejabat Pentagon.

    Menurut para sumber yang dikutip WSJ dalam laporannya, perang terhadap Iran dan dukungan untuk Ukraina telah mengurangi persediaan amunisi AS. Oleh karena itu, Pentagon mempertimbangkan untuk melibatkan perusahaan-perusahaan otomatif dalam proses tersebut.

    Para pejabat pertahanan AS yang dikutip WSJ menuturkan bahwa produsen mobil Amerika mungkin dibutuhkan untuk mendukung para kontraktor pertahanan tradisional. Para produsen mobil AS itu juga ditanyai apakah dapat dengan cepat beralih ke pekerjaan pertahanan.

    Reuters tidak dapat segera memverifikasi laporan itu secara independen. Pihak General Motors, Ford Motor, GE Aerospace, dan Oshkosh belum memberikan tanggapan langsung atas laporan WSJ tersebut.

    Dituturkan seorang pejabat Pentagon, yang tidak disebut namanya, saat berbicara kepada Reuters bahwa Departemen Pertahanan AS "berkomitmen untuk memperluas basis industri pertahanan secara cepat, dengan memanfaatkan semua solusi dan teknologi komersial yang tersedia untuk memastikan para prajurit perang kita mempertahankan keunggulan yang menentukan".

    Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022 dan Israel menyerang Jalur Gaza pada tahun 2023, AS telah mengerahkan pasokan senjata senilai miliaran dolar Amerika, termasuk sistem artileri, amunisi, dan rudal anti-tank. Bulan ini, Trump meminta penambahan anggaran militer besar-besaran sebesar US$ 500 miliar, menjadi US$ 1,5 triliun, di tengah perang AS melawan Iran.

    Saksikan Live DetikSore :

    Tonton juga video "Trump Pede Perang Lawan Iran Cepat Berakhir: Militer AS Terkuat di Dunia"

    Halaman 2 dari 2
    (nvc/ita)

    Komentar
    Additional JS