Yakuza Ditangkap karena Sembunyikan Identitas di Aplikasi, Polisi Geledah Kantor di Hokkaido - Tribunnews
Yakuza Ditangkap karena Sembunyikan Identitas di Aplikasi, Polisi Geledah Kantor di Hokkaido
Anggota Yamaguchi-gumi ditangkap karena sembunyikan status di aplikasi, polisi juga gerebek kantor geng di Hokkaido
Ringkasan Berita:
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kasus kejahatan yang melibatkan anggota kelompok yakuza kembali terungkap di Jepang.
Seorang pria yang merupakan anggota organisasi kriminal Yakuza ditangkap ulang karena menyembunyikan identitasnya saat menggunakan aplikasi digital.
Sebelumnya ditangkap karena kasus perampokan, lalu ditangkap lagi dalam kasus registrasi aplikasi taksi online.
Polisi Prefektur Hyogo, melalui Kantor Polisi Himeji, pada Rabu (18/3/2026) menangkap kembali pria berusia 29 tahun yang merupakan anggota kelompok Yamaguchi-gumi.
"Tersangka kami tangkap karena memalsukan pendaftaran aplikasi tidak mengungkapkan dirinya sebagai anggota yakuza," papar sumber Tribunnews.com sumber di kepolisian Jepang Rabu (18/3/2026).
Baca juga: Langka, Perampokan Rp43 Miliar di Jepang, Pelaku Ternyata Gabungan 3 Kelompok Yakuza
Tersangka diduga mendaftar aplikasi pemesanan taksi menggunakan smartphone dan menyembunyikan statusnya sebagai anggota yakuza.
Padahal, dalam syarat dan ketentuan aplikasi, anggota kelompok anti-sosial dilarang menjadi pengguna.
Aksi tersebut terjadi pada 15 Oktober 2023. Polisi menjeratnya dengan dugaan pemalsuan data elektronik dan penggunaan data ilegal
Tersangka Mengaku Tidak Tahu Aturan
Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui telah mendaftar, namun membantah sebagian tuduhan.
Dalih yang diungkapkan kepada polisi. "Saya tidak membaca ada syarat penggunaan dan tidak mengetahui adanya larangan bagi anggota yakuza," katanya.
Polisi menyatakan kasus ini terbongkar setelah menyita smartphone tersangka dalam kasus perampokan yang lain.
Kemudian polisi melakukan analisis digital.
Dari situlah ditemukan bukti pendaftaran aplikasi yang melanggar aturan.
Kasus Lain Jual Beli Mobil Ilegal via Aplikasi
Di kasus terpisah, polisi di Hokkaido juga melakukan penggerebekan terhadap kantor kelompok yakuza.
Penggeledahan dilakukan di kantor Yamaguchi-gumi Asahi Dokai (Kota Asahikawa)
Dua pria ditangkap masing-masing Hiroki Takahashi (anggota yakuza) dan Naoto Kobayashi (rekan)
Keduanya diduga menyembunyikan identitas di aplikasi marketplace dan melakukan jual beli 4 mobil bekas dengan tidak memiliki izin dari Komisi Keamanan Publik Hokkaido.
Kasus ini terjadi sepanjang tahun 2025 dan diduga melanggar hukum perdagangan serta penipuan.
Baca juga: Perusahaan Jepang dan Indonesia Buka Lembaga Pelatihan, Cetak Sopir Profesional
Polisi Selidiki Kejahatan Terorganisir
Polisi kini menggeledah kantor kelompok kejahatan dan menelusuri aliran uang, menyelidiki kemungkinan keterlibatan jaringan lebih luas.
Pengakuan para tersangka belum diungkap ke publik.
Dua kasus ini menunjukkan pola yang sama yaitu anggota yakuza mencoba memanfaatkan platform digital, menyembunyikan identitas untuk menghindari aturan dan aparat kini mengandalkan analisis data digital untuk membongkar kejahatan
Pemerintah Jepang sendiri terus memperketat akses kelompok kriminal terhadap layanan modern, mulai dari perbankan hingga aplikasi online.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa dunia digital pun kini menjadi medan baru bagi aktivitas kejahatan terorganisir.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pulau-Kharg-di-Iran-memicu-kepanikan-di.jpg)