Trump Sebut Iran Menyerah dengan Minta Maaf Serang Negara Tetangga / Kompas

Penulis
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Iran sudah menyerah karena meminta maaf telah menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk, dan berjanji tak akan melakukannya lagi.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu (7/3/2026), presiden ke-47 AS itu juga melontarkan ancaman untuk menggempur Iran lebih keras lagi.
Menurut Trump, kata maaf dan janji yang diucapkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian muncul akibat tekanan militer terus-menerus dari AS dan Israel.
Baca juga: Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga, Akan Setop Serang Teluk
“Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel,” tulis Trump, dikutip dari Al Jazeera.
Tak hanya itu, Trump juga memberi sinyal akan ada operasi militer tambahan. Ia menyebut pemerintahannya sedang mempertimbangkan serangan terhadap target-target baru di Iran.
“Ada pertimbangan serius penghancuran total dan kematian pasti, karena perilaku buruk Iran, yaitu di daerah dan kelompok orang yang belum dipertimbangkan untuk ditargetkan hingga saat ini,” tulisnya.
Baca juga: Pasukan Kurdi Bersiap Serang Iran, Sudah Menunggu 47 Tahun
Pakar sebut Trump salah paham

Menurut Gholamzadeh, pernyataan Pezeshkian dalam video rekaman yang disiarkan stasiun tv Pemerintah Iran itu hanya menegaskan posisi Teheran selama beberapa hari terakhir.
“Apa yang dimaksud Presiden Iran dalam video yang direkam sebelumnya, di mana ia mengatakan Iran akan menghentikan penargetan negara-negara tetangga kecuali jika diserang dari sana, sebenarnya hal sama yang terjadi selama tujuh hari terakhir—Iran tidak menyerang atau menargetkan negara-negara tetangganya, Iran menyerang aset Amerika atau Israel di kawasan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Iran meminta negara-negara tetangganya untuk tidak membantu operasi militer Amerika Serikat maupun Israel.
Gholamzadeh melanjutkan, Iran meminta negara-negara tersebut untuk berhenti bekerja sama dengan AS atau rezim Israel, dan tidak mengizinkan mereka menggunakan tanah atau wilayah udaranya untuk menyerang Iran.
Permintaan itu, menurut dia, merupakan hal yang sangat normal dan sah.
Baca juga: AL Iran Serang Israel-AS Besar-besaran, Ledakan di Yerusalem
Apa kata Presiden Iran?

“Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” kata Pezeshkian, dikutip dari kantor berita AFP.
Ia menegaskan bahwa Iran tak akan lagi menargetkan negara-negara tetangga dalam serangan berikutnya.
“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat, tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” lanjutnya.
Pezeshkian merupakan salah satu dari tiga anggota dewan kepemimpinan sementara yang memimpin Iran setelah terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pidatonya, Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah kepada tekanan Israel dan Amerika di tengah perang yang masih berkecamuk.
Baca juga: Negara Teluk Disebut Murka, Nilai AS Gagal Beri Perlindungan dari Serangan Iran
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang