0
News
    Home Berita China Donald Trump Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Trump Ngambek China Tak Mau Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz - Viva

    5 min read

     

    Trump Ngambek China Tak Mau Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

    VIVA – Pemerintah China diperkirakan tidak akan serta-merta memenuhi permintaan Presiden AS Donald Trump untuk membantu mengatasi krisis global yang dipicu penutupan Selat Hormuz. Disisi lain, Trump sedikit menekan Beijing untuk menunda kunjungannya pada akhir bulan ini jika permintaannya tak dipenuhi. 

    Permintaan itu muncul menjelang rencana kunjungan Trump ke Beijing untuk membahas sejumlah isu penting dalam hubungan Amerika Serikat dan China. Sekitar dua pekan sebelum pertemuan tersebut, Trump menetapkan syarat baru bagi negosiasi dan dukungan Beijing dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Kecil kemungkinan China mengabulkan permintaan Trump.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah berdampak besar pada pasar energi global. Jalur pelayaran itu merupakan rute penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan tersebut memicu lonjakan harga minyak serta kekhawatiran akan kekurangan energi yang berpotensi mengguncang perekonomian global.

    img_title

    Menghadapi situasi yang disebut sebagai krisis minyak terburuk dalam sejarah, Trump menyerukan sejumlah negara untuk turut membantu mengamankan selat tersebut. Negara-negara yang diminta bekerja sama antara lain Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.

    Sebagai upaya menekan Beijing, Trump juga menyampaikan bahwa respons China akan memengaruhi rencana pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini.

    Dalam wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Minggu, Trump mengatakan ingin mengetahui lebih dulu apakah China bersedia memberikan bantuan sebelum pertemuan puncak tersebut berlangsung. Jika tidak ada kejelasan, ia menyebut kemungkinan akan menunda perjalanannya ke Beijing pada akhir bulan ini.

    "Sangatlah tepat jika pihak-pihak yang diuntungkan dari selat tersebut membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana,"  kata Trump kepada FT. "Saya pikir China juga harus membantu."

    Permintaan tersebut dinilai  tidak biasa, karena Washington pada dasarnya meminta Beijing mempertaruhkan aset militernya dalam konflik perang yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel  melawan Iran -- negara yang bersahabat dengan Beijing, dan mengancam akan menahan diplomasi jika tidak mengirimkan kapal perangnya ke Selat Hormuz.  

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent menolak anggapan bahwa kunjungan Presiden Donald Trump ke China dapat ditunda karena perselisihan mengenai Selat Hormuz. Bessent mengatakan kunjungan itu justru dapat ditunda karena "logistik" serta kesediaan Trump untuk bepergian ke luar AS selama perang Iran.

    "Jika pertemuan tersebut, karena alasan tertentu, dijadwal ulang, itu akan dijadwal ulang karena masalah logistik. Presiden ingin tetap berada di Washington DC untuk mengoordinasikan upaya perang, dan bepergian ke luar negeri pada saat seperti ini mungkin tidak optimal,"  kata Bessent dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

    "Itu akan menjadi keputusan yang dibuat presiden sebagai panglima tertinggi untuk tetap berada di Gedung Putih, atau tetap berada di Amerika Serikat, sementara perang ini sedang berlangsung," kata Bessent.

    Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengatakan "Diplomasi kepala negara memainkan peran yang sangat penting dalam memberikan panduan strategis bagi hubungan China-AS. Kedua pihak tetap berkomunikasi mengenai kunjungan Presiden Trump ke China."

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2025 lalu, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Kemudian, Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika di Timur Tengah. 

    Selat Hormuz merupakan jalur utama untuk pasokan minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mencakup sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.


    Komentar
    Additional JS