0
News
    Home Amerika Serikat Bbm Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial Thailand

    Thailand Akan Batasi Pembelian BBM Akibat Perang Iran dan AS - SindoNews

    4 min read

     

    Thailand Akan Batasi Pembelian BBM Akibat Perang Iran dan AS


    Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:07 WIB


    Thailand Akan Batasi Pembelian BBM. FOTO/THE guardian

    BANGKOK - Thailand akan memperketat pengawasan harga bahan bakar dan tingkat stok karena pihak berwenang berupaya menghindari kekurangan pasokan setelah lonjakan permintaan yang didorong oleh kekhawatiran publik.

    Wakil Direktur Jenderal Departemen Bisnis Energi, Wutthitat Tantives, mengatakan rancangan peraturan sedang disiapkan yang akan mewajibkan pedagang minyak untuk melaporkan harga harian dan tingkat stok di depot.

    “Peraturan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan membangun kepercayaan publik bahwa tidak akan ada kekurangan bahan bakar dalam sistem,” katanya kepada wartawan setelah pertemuan Pusat Pemantauan dan Pengelolaan Situasi Konflik di Asia Barat (CMCMME) pada hari Jumat.

    Pada hari Kamis, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan kekhawatiran publik telah menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar, dengan pihak berwenang berupaya mengelola situasi, meredakan kekhawatiran, dan mengembalikan distribusi bahan bakar ke tingkat normal sesegera mungkin.

    Wutthitat mengatakan Kementerian Energi telah berkoordinasi dengan Kepolisian Kerajaan Thailand untuk memungkinkan tanker bahan bakar beroperasi di seluruh negeri sepanjang waktu untuk mempercepat distribusi bahan bakar.

    Ia menambahkan bahwa kerja sama juga sedang diupayakan dari Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) dan Kementerian Transportasi untuk memfasilitasi logistik.

    Sementara itu, Wutthitat mengatakan cadangan minyak domestik, bersama dengan impor yang masuk, cukup untuk hingga 104 hari.

    Ia menambahkan bahwa konsumsi bahan bakar telah mulai menurun ke tingkat normal, mirip dengan periode sebelum ketegangan.

    Awal bulan ini, pemerintah memperkenalkan langkah-langkah untuk mengurangi konsumsi energi termasuk menerapkan sistem kerja dari rumah bagi pegawai negeri, membatasi perjalanan dinas, dan menetapkan suhu pendingin ruangan pada 26 hingga 27 derajat Celcius.

    Pihak berwenang juga telah menangguhkan sementara ekspor bahan bakar dan meningkatkan upaya untuk mengamankan pasokan minyak tambahan dari luar wilayah Teluk untuk memastikan ketersediaan domestik

    (wbs)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Ancaman Perang Kian...

    Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran

    Komentar
    Additional JS